Yogyakarta – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY menggelar silaturahmi dan pembinaan wakil kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY, di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Selasa (4/3) siang. Kegiatan ini menjadi forum penguatan peran wakil kepala sekolah dalam kepemimpinan kolektif serta meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah DIY.
Turut hadir secara langsung Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, ditemani Bendahara Sarjono, dan Muh. Fatkul Mubin selaku anggota bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam arahannya, Achmad menegaskan bahwa pengelolaan sekolah Muhammadiyah tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah, tetapi memerlukan kerja kolektif seluruh unsur pimpinan, terutama wakil kepala sekolah.
“Pengelolaan sekolah bukan hanya kepala sekolah atau kepala madrasah, tetapi dilakukan secara kolektif bersama para wakil kepala sekolah. Kita semua memegang amanah untuk mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Peran wakil kepala sekolah sangat strategis dalam mendukung tata kelola sekaligus menjaga mutu pendidikan. Sebab itu, pentingnya membangun budaya kerja kolektif dan saling melengkapi. Dalam pengelolaan lembaga pendidikan, setiap unsur pimpinan harus mampu bekerja bersama menghadapi berbagai tantangan.
“Di sekolah tidak ada yang sempurna. Karena itu kita harus saling melengkapi, saling bersyukur memiliki kolega yang membantu menjalankan tugas bersama,” pesan Achmad.
Lebih lanjut, Fatkul Mubin dalam tausiahnya mengingatkan, pentingnya penguatan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai ciri utama sekolah/madrasah Muhammadiyah.
Sekolah Muhammadiyah memiliki keunggulan karena memadukan pendidikan dunia dan akhirat. Namun, penguatan nilai-nilai keagamaan perlu terus ditingkatkan agar menjadi identitas yang kuat dalam proses pendidikan.
“Sekolah Muhammadiyah sangat ideal karena memikirkan dunia sekaligus akhirat. Yang perlu kita tingkatkan adalah penguatan aspek agama agar menjadi ciri kuat sekolah Muhammadiyah,” tuturnya.
Salah satunya memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa melalui pembelajaran tajwid dan makharijul huruf yang sistematis. Sejalan dengan itu, sekolah diharapkan konsisten melakukan pembinaan adab/karakter dan prestasi akademik maupun nonakademik.
“Ketika siswa tampil di masyarakat dengan adab yang baik dan kemampuan yang unggul, orang akan bertanya sekolahnya di mana. Di situlah kualitas sekolah Muhammadiyah dinilai,” pungkasnya.
