YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY sukses menyelenggarakan Workshop Penulisan Kisi-Kisi dan Soal Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2025/2026. Agenda berlangsung pada Jum’at – Ahad (17-19/4/2026) di Tjokro Style Yogyakarta.
Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa penyusunan kisi-kisi, penulisan soal, serta pendampingan oleh tim editor. Meliputi Pendidikan Fikih, Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Tarikh, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab.
Dalam arahannya, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan ISMUBA sebagai ciri khas sekaligus keunggulan utama sekolah/madrasah Muhammadiyah.
Sekolah/madrasah Muhammadiyah tidak cukup hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga harus kokoh dalam implementasi pendidikan keislaman dan kemuhammadiyahan.
“Pendidikan ISMUBA ini menjadi ciri khas, menjadi karakteristik, dan menjadi andalan keunggulan sekolah/madrasah Muhammadiyah yang pertama dan utama,” ujarnya.
Sebab, lanjut Achmad, masyarakat menaruh harapan besar kepada sekolah/madrasah Muhammadiyah agar mampu membentuk murid yang baik dalam aspek keagamaan. Sehingga sekolah perlu memastikan lulusan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tertib beribadah, serta berakhlak mulia.
“Sekolah harus berani memberi jaminan bahwa siswa yang masuk sekolah Muhammadiyah akan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik setelah melalui proses pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Achmad juga menyampaikan bahwa peningkatan mutu sekolah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembelajaran, tata kelola, hingga penguatan kaderisasi. Tata kelola sekolah, menurutnya, harus berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Sebab itu, para guru ISMUBA juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung kemajuan sekolah, termasuk dalam penerimaan peserta didik baru melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Terkait workshop penyusunan soal ASAT, agenda ini bukan sekadar agenda teknis, tetapi juga bagian dari amal jariyah dan kerja berjamaah dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah. Para penulis diharapkan menyusun soal dengan sungguh-sungguh, profesional, dan penuh tanggung jawab.
“Kerja kita harus ikhlas dan amanah. Menyusun soal ini juga bagian dari amal yang harus dikerjakan secara optimal,” tutur Achmad.
Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY akan terus melakukan pembinaan kompetensi guru ISMUBA, termasuk melalui pelatihan lanjutan agar kualitas pembelajaran dan evaluasi pendidikan di sekolah/madrasah Muhammadiyah semakin unggul berkemajuan.
