YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyelenggarakan Pertemuan Rutin Bulanan Pembinaan Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY. Acara yang berlangsung pada 29 April 2026 di Gedung PWM DIY.
Dalam sesi pembinaan, Achmad Muhamad, M.Ag., selaku Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, menekankan bahwa IPI (Indikator Penilaian Implementasi) atau Muhammadiyah Balance Scorecard for School dirancang untuk menggeser paradigma evaluasi sekolah dari sekadar administratif menjadi penilaian holistik yang mencakup aspek spiritual, akademik, organisasi, dan keuangan.
“Sekolah unggul berkemajuan itu tidak tumbuh dari kinerja atau kerja sendiri. Tapi dari kebersamaan, sinergi, kepala sekolah yang punya visi, kemudian guru yang mengajar dan bersyukur hati, anak-anak yang belajar dengan kegigihan, dan tentu support dari pihak-pihak lain,” ujar Achmad Muhamad di hadapan para Kepala Sekolah.
Acara yang dipandu oleh Drs. Sarjono, M.Si. (Bendahara Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY) sebagai moderator ini juga menghadirkan sosialisasi teknis mengenai Aplikasi PRISMA. Paparan aplikasi tersebut disampaikan oleh Ahmad Azhari, S.T., M.Eng. dari Bidang Kelembagaan Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY. PRISMA diproyeksikan menjadi instrumen digital untuk mengukur kinerja sekolah secara evidence-based (berbasis bukti nyata), di mana hasil penilaiannya akan menentukan kategorisasi sekolah mulai dari Sekolah Bertumbuh hingga Sekolah Unggul Utama.
Achmad Muhamad juga mengingatkan para pimpinan sekolah untuk tidak berhenti meng-upgrade kapasitas diri, terutama dalam menghadapi instrumen penilaian dan akreditasi yang terus berkembang.
“Saya tekankan ya Bapak-Ibu untuk mau dan berani untuk belajar. Meskipun sudah jadi kepala sekolah kan buat apa lagi belajar ya, atau harus? Jangan kemudian bilang maaf-maaf saya baru 2 tahun jadi kepala sekolah belum banyak tahu ya, 2 tahun itu sudah waktu yang cukup lah untuk belajar,” tegasnya.
Serah Terima Jabatan Pelaksana Tugas (Plt)
Di penghujung acara, dilaksanakan prosesi serah terima tugas (ST) untuk posisi Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah. Hal ini dilakukan karena kepala sekolah definitif akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Adapun penugasan tersebut diberikan kepada Kustejo, M.Pd. sebagai Plt Kepala SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan Wadiyo, M.Pd. sebagai Plt Kepala SMK Muhammadiyah 2 Playen.
Melalui pertemuan ini, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY berharap adanya perubahan budaya kerja (transformasi budaya) dan perbaikan berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan Muhammadiyah DIY agar tetap relevan dan unggul di masa depan.
