Ketua Majelis Dikdasmen PWM D.I. Yogyakarta Achmad Muhamad, M.Ag. memimpin langsung prosesi pelantikan wakil kepala urusan, bendahara dan kepala tata usaha di lingkungan PDM Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman. Adapun pimpinan sekolah yang baru dilantik yaitua; SMK Muhammadiyah 4 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah Kretek dan SMK Muhammadiyah 1 Moyudan.

Prosesi pelantikan dihadiri oleh Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, yang sekaligus turut sebagai saksi dalam penandatanganan SK pelantikan dari masing-masing pimpinan sekolah yang baru dilantik, acara dilangsungkan di aula gedung PWM D.I. Yogyakarta ini (08/28) dihadiri juga jajaran pimpinan Majelis Dikdasmen PWM D.I. Yogyakarta.

Dalam kesempatan kali ini Achmad Muhamad, M.Ag. menyampaikan bahwa menjadi bagian dari gerak dakwa persyarikatan Muhammadiyah merupakan suatu kebanggaan, sebab persyarikatan Muhamamdiyah selalu konsisten untuk terus mengembangkan peran dan kontribusinya untuk kemajuan bangsa Indonesia, termasuk dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, oleh karena itu orang yang mengabdi di sekolah/madrasah Muhammadiyah bisa dikatakan telah menjadi bagian dari gerak dakwah Muhammadiyah.

Jika melihat tema Muktamar Muhammadiyah di Solo nanti yang mengangkat tagline “Memajukan Indonesia dan Mencerahkan Semesta”, menggambarakan seolah tidak ada titik akhir bagi Muhammadiyah untuk terus berperan dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan umat. tak cukup itu, tagline tema muktamar sepatutnya warga Muhammdiyah bisa mewujudnyatakan dalam amal yang nyata, baik sebagai pribadi maupun secara institusi, dalam kontek institusi sekolah/madrasah dan pribadi pengurus sekolah/madrasah. tambah Achmad Muhamad, M.Ag.

Perihal institusi sekolah/madrasah, Achmad Muhamad, M.Ag. mengatakan bahwa kemajuan sekolah/madrasah bisa dilihat dari prestasi akademik maupun non akademik, bagi sekolah/madrasah Muhammadiyah yang tak kalah penting ialah membangun kultur ISMUBA, karena ISMUBA adalah ciri khas dari sekolah/madrasah milik persyarikatan Muhammadiyah. ISMUBA bukan hanya mapel yang di ajarkan, melainkan juga harus bisa menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi ISMUBA tidak hanya mengajarkan perihal ketertiban ibadah, tapi juga membawa nilai dari perilaku baik pada jam belajar di sekolah khususnya, maupun juga bisa di  dalam kehidupan diluar sekolah/madrasah, terutama dalam hal interaksi dengan masyakarat luas. Menghadirkan kultur ISMUBA di sekolah bukan hanya tanggung jawab waka ISMUBA, melainkan menjadi tanggung jawab semua warga sekolah/madrasah Muhammadiyah, tegas Achmad Muhamad, M.Ag.

Selain melihat prestasi akademik dan non akademik, kemajuan sekolah khususnya SMK bisa juga dilihat dari keterserapan lulusan SMK tersebut di dunia kerja, karenanya kerja sama dengan pihak luar menjadi suatu keharusan dalam upaya mewujudkan jejaring, tidak cukup kerja sama dengan dunia industry local saja, melainkan juga bisa menjalin kerja sama dengan industry di luar negeri. Kata Achmad Muhamad, M.Ag.

Achmad Muhamad, M.Ag. menilai saat ini sekolah/madrasah Muhammadiyah khususnya di D.I. Yogyakarta belum mampu melakukan sinergi satu sama lain antara sekolah/madrasah Muhammadiyah, kedepannya Ketua Majelis Dikdasmen PWM D.I. Yogyakarta tersebut berharap sekolah/madrasah Muhammadiyah harus bisa saling bersinergi dalam upaya saling menguatkan dalam membangun jaringan demi kemajuan sekolah/madrasah Muhammadiyah.