SLEMAN – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY memperkuat peran wakil kepala sekolah/madrasah dalam penyusunan dan penyempurnaan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M).
Penguatan tersebut dilakukan lewat Pembinaan Wakil Kepala Sekolah/Madrasah Bidang SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY di PRIMA SR Hotel & Convection, Sleman, Sabtu (12/9).
Kegiatan ini tindak lanjut dari penyusunan dan perbaikan RKAS/M yang sebelumnya dilakukan bersama kepala sekolah dan bendahara.
Para wakil kepala sekolah/madrasah diarahkan mencermati program dan kebutuhan sekolah dalam perencanaan program sesuai bidang masing-masing.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menyampaikan bahwa pencermatan anggaran oleh kepala sekolah dan bendahara belum cukup untuk menghasilkan RKAS/M yang utuh, tanpa melibatkan wakil kepala sekolah.
“Bapak-Ibu wakil kepala sekolah bidang, baik bidang Ismuba, Humas, Kurikulum, Sarana dan Prasarana, maupun Kesiswaan, tentu masih punya peran yang besar dalam penyusunan RKAS ini,” ujarnya.
Achmad menekankan, RKAS/M tidak sekadar menjadi dokumen anggaran, tetapi menjadi panduan kerja sekolah selama satu tahun. Karena itu, penyusunannya perlu dicermati secara menyeluruh, mulai dari konsideran hingga analisis.
BACA JUGA: Finalisasi RKAS, Sekolah/Madrasah Muhammadiyah DIY Didorong Susun Anggaran Berbasis Data dan Inovasi
Hasil analisis rapor pendidikan misalnya, kata Achmad, perlu menjadi dasar dalam menentukan program. Jika capaian literasi masih rendah atau menurun, kondisi tersebut harus diterjemahkan ke dalam program yang dituangkan di RKAS/M.
Selain itu, Achmad menekankan pentingnya kepemimpinan kolektif-kolegial dalam pengelolaan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
“Seluruh bidang, termasuk kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, kepemimpinannya betul-betul harus bersifat kolektif kolegial, tidak bisa dilakukan secara ekosektoral,” pesannya.
Ia menambahkan, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak cukup ditempatkan sebagai mata pelajaran, tetapi perlu menjadi ruh dalam tata kelola pendidikan.
“Kalau literasinya masih kurang atau turun, apa program yang mesti kita tuangkan. Demikian pula inovasi-inovasi dari sekolah juga kita harapkan direncanakan dengan sebaik-baiknya,” tutup Achmad.
Bendahara Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Drs. Sarjono, M.Si., menambahkan bahwa keterlibatan wakil kepala sekolah diharapkan mempercepat penyelesaian sekaligus menyempurnakan RKAS/M.
“Selama ini RKAS bagi beberapa sekolah masih berat. Ada yang tepat waktu, bahkan ada yang terlewati masa pengumpulan dan masih ada juga yang tidak mengumpulkan sama sekali,” ungkapnya.
Sebab itu, penyusunan anggaran perlu melibatkan seluruh unsur terkait agar program yang dirancang dapat terakomodasi secara utuh dan dilaksanakan sesuai kebutuhan sekolah.
“Bagaimana caranya kita bisa menyelesaikan rumusan RKAS itu pada hari ini. Semuanya sudah bisa diputuskan. Tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk tidak menyelesaikan RKAS-nya,” tegasnya.
Selain penyelesaian RKAS/M, Sarjono menekankan pentingnya kelengkapan perangkat wakil kepala sekolah sebagai bagian penting untuk membangun manajemen yang solid.
“Kalau perangkat di sekolah sudah komplet, kepala sekolah dibantu oleh wakil, maka sekolah itu yakin bisa berjalan baik, bisa menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya dan bisa mencapai visi-misi sekolah,” harapnya.
Setelah menerima materi pembinaan analisis rapor pendidikan dan analisis ABCD untuk diterapkan dalam penyusunan RKAS/M, para peserta dibagi dalam kelompok untuk mencermati kembali dokumen RKAS/M.
BACA JUGA: Aksi Peduli Lingkungan Warnai Pengukuhan Pandu HW SMP Muhammadiyah 1 Godean
Melalui pembinaan ini, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY mendorong RKAS/M tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi instrumen perencanaan yang mencerminkan kebutuhan dan arah pengembangan sekolah.
Keterlibatan kepala sekolah, bendahara, wakil kepala sekolah bidang terkait diharapkan membuat perencanaan lebih terarah, tepat waktu, dan mendukung pencapaian sekolah/madrasah Muhammadiyah unggul berkemajuan.





