YOGYAKARTA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dimanfaatkan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta (Muhdasa) untuk mengasah kreativitas peserta didik dalam mengembangkan gagasan dan membangun konsep ide bisnis.
Upaya tersebut dilakukan lewat kegiatan Digital Business Class (DBC) bertajuk “AI for Business Purpose” yang digelar pada 18–19 Agustus 2026.
Kegiatan diikuti peserta didik kelas VIII dan IX dengan pembelajaran yang memadukan pemanfaatan AI dan praktik pengembangan ide bisnis di era digital.
Selama dua hari, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga diajak menjalani proses membangun sebuah gagasan bisnis, mulai dari menemukan ide, mengembangkan konsep produk, menentukan identitas merek, menyusun strategi pemasaran, hingga mempresentasikan gagasan yang telah dibuat.
BACA JUGA Finalisasi RKAS, Sekolah/Madrasah Muhammadiyah DIY Didorong Susun Anggaran Berbasis Data dan Inovasi
Kepala SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta, Esti Priyantini, S.S., M.Pd.BI, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bagian dari upaya sekolah mempersiapkan siswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“AI bukan sekadar teknologi yang digunakan, tetapi juga peluang untuk melatih kreativitas dan keberanian siswa dalam menciptakan sesuatu. Melalui Digital Business Class ini, kami ingin siswa mampu melihat teknologi sebagai alat untuk menghasilkan ide, karya, dan peluang usaha yang bernilai,” ujarnya.
Pada hari pertama, siswa mendapatkan materi “Mengenalkan AI dan Fungsinya dalam Membangun Bisnis” yang disampaikan M. Haedar Zhafrah H., S.Kom., M.Kom.
Narasumber memberikan pemahaman awal mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mendukung proses kreatif dan pengembangan bisnis.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan materi “Menemukan Ide Bisnis dengan Memanfaatkan AI” bersama Dr. Lalu Supardin, S.E., M.M.
Dalam sesi tersebut, siswa didorong untuk menggali berbagai persoalan dan kebutuhan sebagai titik awal dalam menemukan peluang bisnis.
Sementara dalam pengembangan gagasan, peserta dibekali lewat materi “Mengembangkan Ide Bisnis” yang disampaikan Gea Permana A.P.
Pada kesempatan ini, para siswa mempelajari sejumlah unsur dasar membangun sebuah usaha, mulai dari menentukan nilai atau value produk, mengenali target pasar, menghitung kebutuhan modal, hingga menetapkan harga jual.
BACA JUGA Diksus Cakep Tahap IN 1 Rampung, Peserta Lanjut Tahap On the Job Learning
Lanjut hari kedua, pembelajaran diarahkan pada penguatan identitas produk dan strategi pemasaran. Siswa mendapatkan materi tentang desain logo dan produk, story brand, serta presentasi ide logo yang disampaikan oleh Rahmat Gustiardi, S.Pd. dan Afran Pitrang Uzi Safi’i, S.Kom. dari SMK Muhamamdiyah 3 Yogyakarta (Muga).
Peserta didik juga dibekali strategi penjualan digital melalui materi “Online Shop: Tips and Trick” yang disampaikan Dr. Fuad Hasyim, M.A.
Materi tersebut melengkapi pemahaman siswa mengenai proses pengembangan bisnis, terutama dalam memanfaatkan ruang digital untuk memasarkan produk.
Rangkaian Digital Business Class diakhiri dengan Mini Startup Pitch Competition bertajuk “Ide Bisnisku” yang dipandu Ketua Panitia DBC, M. Fadhir, M.Pd.
Dalam sesi ini, para siswa berkesempatan mempresentasikan gagasan bisnis yang telah dikembangkan selama mengikuti pelatihan.
Fadhir mengatakan, kegiatan ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan ide sederhana menjadi gagasan bisnis yang lebih terstruktur.
“Kami ingin siswa belajar bahwa membangun bisnis bisa dimulai dari sebuah ide sederhana. Dengan memanfaatkan AI, ide tersebut dapat dikembangkan menjadi konsep produk, identitas merek, strategi pemasaran, hingga dipresentasikan.
Melalui Digital Business Class “AI for Business Purpose”, SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator, terutama memanfaatkan AI untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan peluang bisnis di era digital.
“Harapannya, siswa berani mencoba, kreatif, dan mampu melihat peluang di tengah perkembangan teknologi,” tutur Fadhir.





