SLEMAN –  Rangkaian In Service Training 1 (IN 1) Pendidikan dan Pelatihan Khusus Calon Kepala Sekolah (Diksus Cakep) 2026 resmi ditutup oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A., Ahad (1/8).

Selanjutnya, seluruh peserta akan melanjutkan tahap On the Job Learning (OJL) selama 12 hari, pada 4 – 15 Agustus 2026, di sekolah/madrasah Muhammadiyah yang telah ditetapkan panitia.

Tahap ini menjadi bagian penting dari proses pembekalan calon kepala sekolah untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama IN 1 dalam praktik pengelolaan dan kepemimpinan pendidikan.

Melalui tahapan OJL, peserta diharapkan semakin siap mengembangkan kompetensi kepemimpinan dan menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih efektif, inovatif, dan berkemajuan sesuai kebutuhan peserta didik dan zaman.

BACA JUGA Gelar Diksus Cakep 2026, Muhammadiyah DIY Perkuat Kaderisasi Kepala Sekolah/Madrasah se-DIY

Apresiasi Komitmen Peserta, Dorong OJL Jadi Ruang Belajar

Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan komitmen luar biasa para peserta selama lima hari pelatihan yang padat.

Achmad menyebut, meski dihadapkan pada jadwal yang ketat hingga waktu istirahat yang terbatas, para peserta tetap konsisten mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin tinggi.

“Tentu kami apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan ini dan atas kebersamaan para peserta kurang lebih 152 orang, dan yang menjadi rasa syukur dan rasa bangga kami adalah Bapak Ibu selalu komitmen dengan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan sampai hari ini, sampai penutupan IN 1 ini,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap DIY sebagai tempat lahirnya Muhammadiyah bisa terus menjadi barometer pendidikan nasional.

BACA JUGA Tegaskan Visi Pendidikan Muhammadiyah, Dr. Hardi Santosa: Kepala Sekolah Harus Jadi Pemimpin Pembelajaran dan Pencetak Kader

Sebab itu, lanjut Achmad, transformasi ke arah yang lebih baik merupakan sebuah keniscayaan yang kelak diemban oleh para kader calon kepala sekolah di berbagai jenjang.

“Bagaimanapun juga pendidikan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta tempat lahirnya Muhammadiyah pasti akan menjadi barometer pendidikan Muhammadiyah di wilayah-wilayah yang lain,” tegasnya.

Achmad menegaskan bahwa tahap lanjutan OJL bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sarana mengambil perspektif baru.

“Tidak perlu mencari-cari kekurangan atau kesalahan yang ada di sekolah lain. Fokus pada apa yang bisa Bapak-Ibu ambil,” pesannya.

Tahap OJL dan Tiga Pilar Pengamatan

Ketua Panitia Diksus Cakep, Dr. Hendro Widodo, M.Pd., menjelaskan peserta wajib observasi ke sekolah rujukan minimal 5 hari dengan total durasi kumulatif minimal 10 jam.

Penentuan sekolah tujuan OJL, mengacu pada prinsip sekolah yang dituju harus lebih baik atau setidaknya setara dengan sekolah asal, dan jaraknya tidak terlalu jauh.

Fokus pengamatan mencakup tiga pilar utama. Pertama, kepemimpinan dan visi Muhammadiyah untuk menggali karakter kepemimpinan serta nilai keislaman.

BACA JUGA Kawal Asta Cita Presiden, BBGTK DIY Dorong Inovasi Pelatihan Guru dan Deep Learning

Kedua, ekosistem pengelolaan sekolah dengan meninjau kompetensi manajerial, pengelolaan SDM, inovasi, supervisi, hingga penjaminan mutu.

Ketiga, melakukan studi kasus konflik dan mitigasi risiko untuk mengidentifikasi problem manajerial di lapangan beserta solusinya.

“Peta sekolah yang dituju harapannya memang lebih baik dari sekolah asalnya, menganalisis faktor keberhasilan implementasi kompetensi, merefleksikan kesenjangan kondisi sekolah asal dengan sekolah tujuan, mengadaptasi praktik baik yang relevan, serta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif,” jelasnya.

Hendro menekankan bahwa penugasan ini tidak sebatas mencatat hal positif. Praktik yang kurang baik di sekolah tujuan pun boleh direkam sebagai bahan refleksi dan peluang perbaikan.

“Harapannya dari OJL ini bukan sekadar pemenuhan laporan administratif. Ini adalah fondasi dan cetak biru Bapak-Ibu untuk memimpin dan membangun sekolah Muhammadiyah yang berkualitas, unggul, dan maju,” pungkasnya.

Rangkaian Diksus Cakep 2026 akan mencapai puncaknya pada IN 2, dijadwalkan Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk presentasi hasil laporan OJL masing-masing peserta.