YOGYAKARTA — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pendidikan dalam Pembelajaran MIPA Bilingual.

Bimtek berlangsung pada Kamis-Minggu, (24-27/9/2026) di Forris Hotel Yogyakarta dan diikuti 100 guru jenjang SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah se-DIY, terdiri atas 50 guru matematika dan 50 guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Co-Pilot Bimtek MIPA Bilingual Region DIY, Heriyanti, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa bimtek diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru dan dapat melahirkan praktik pembelajaran MIPA yang lebih kreatif dan kontekstual di sekolah.

“Tujuan kegiatan selain meningkatkan kompetensi guru MIPA, juga mendorong guru merancang dan mengimplementasikan pembelajaran MIPA bilingual yang inovatif,” ujarnya, Kamis, (24/9).

Co-Pilot Bimtek MIPA Bilingual Region DIY

Heriyanti berpesan, hasil bimtek tidak berhenti pada peserta. Para guru diharapkan membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan sejawat di sekolah masing-masing.

Termasuk hasil presentasi dan video pembelajaran dari peserta terbaik yang dapat dikembangkan sebagai model pembelajaran.

“Pulang dari bimtek harus diseminasi, mengimbaskan kepada teman sejawat. Tidak boleh ilmunya diambil sendiri,” pesan Heriyanti.

Selama empat hari peserta mengikuti pembelajaran intensif yang mencakup digitalisasi pembelajaran MIPA bilingual, pemanfaatan media dan konten digital, pendekatan Content and Language Integrated Learning (CLIL), penyusunan lesson plan bilingual, peer teaching, hingga asesmen pembelajaran.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Semarang dan Universitas Ahmad Dahlan, yakni Dr. Langlang Handayani, M.App.Sc., Mohammad Alauhdin, S.Si., M.Si., Ph.D., Wakhid Fitri Albar, S.Pd., M.Sc., dan Afit Istiandaru, M.Pd.

BACA JUGA: Ikhwan Ahada: Jaga Ruh Persyarikatan, Pemimpin Harus Well Educated dan Well Mannered

Turut hadir Dewan Pakar Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Prof. Zamroni, Ph.D., Prof. Dr. Suyanto, Ph.D., dan Dr. Sungkowo, memberikan penguatan dalam sesi keynote speech, inspirasi kebijakan, dan materi growth mindset sebelum peserta mengikuti pembelajaran di kelas.

Lebih lanjut, Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., dalam sambutannya mengatakan bimtek menjadi kesempatan bagi guru menambah wawasan baru, pengalaman sekaligus memperkuat peran pendidikan Muhammadiyah.

Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A.

Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A.

“Metode itu menjadi lebih penting daripada materi. Tetapi seorang guru itu menjadi lebih pokok dibandingkan metode. Dan yang terakhir, ruh, jiwa, keikhlasan, kematangan, kebijaksanaan, kejujuran, jiwa melindungi, jiwa edukasi itu menjadi lebih penting,” ujarnya.

Menurut Ikhwan, penguatan jiwa pendidik menjadi bagian penting menjalankan pendidikan Muhammadiyah yang holistik, integratif, dan transformatif.

Sebab itu, ia berpesan pada peserta untuk menjadikan pengalaman selama bimtek sebagai amanah untuk diterapkan setelah kembali ke sekolah.

“Jiwa pendidik Bapak-Ibu empat hari ke depan betul-betul disiapkan. Dan tadi harapan dari kegiatan ini menjadi amanah untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Selain penguatan kompetensi guru, Ikhwan melihat pembelajaran bilingual sebagai bagian dari upaya Muhammadiyah membawa visi, misi, dan tujuan persyarikatan ke ranah global.

Penguasaan bahasa asing, menurutnya, tetap perlu berjalan bersama penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah.

“Kalau dikenal bahwa kuasai bahasa asing, gunakan bahasa Indonesia, dan lestarikan bahasa daerah, saya kira ini bagian dari cara kita untuk mengangkat visi, misi dan tujuan Persyarikatan ke ranah global,” tandasnya.

Melalui bimtek tersebut, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh peserta diharapkan berlanjut di sekolah masing-masing melalui penerapan pembelajaran MIPA bilingual yang inovatif dan berbagi praktik baik antarguru.