Dalam rangka mempersiapkan peserta OlympicAD VIII tingkat nasional di Makassar pada 12-14 Februari 2026, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) menyelenggarakan Pembinaan Lomba Gelombang I. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 9–10 Januari 2026, bertempat di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY.

Pembinaan ini diikuti peserta dari berbagai cabang lomba mata pelajaran, meliputi Biologi, Fisika, Kimia, IPA, Kebumian, Astronomi, Informatika, Ekonomi, Matematika, serta Lomba Inovasi Pembelajaran dan Best Practice Pengelolaan Sekolah.

Ketua Kafilah DIY, Enung Hasanah, melaporkan bahwa pembinaan ini diikuti oleh 67 siswa peserta lomba mata pelajaran serta 30 kepala sekolah dan guru yang mengikuti lomba inovasi pembelajaran dan best practice pengelolaan sekolah.

“OlympicAD ini adalah sebuah peluang untuk melahirkan Dahlan muda yang berprestasi. Pendampingan ini bukan tujuan akhir, tetapi sebuah pemantik—memantik semangat belajar mandiri dan motivasi untuk berkompetisi secara optimal,” ujar Enung Hasanah.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, dalam sambutan dan motivasinya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan ikhtiar strategis Majelis untuk meningkatkan kesiapan kafilah DIY sebelum berlaga di tingkat nasional.

“Hari ini kita berkumpul kembali untuk mempersiapkan diri sebelum menuju Makassar untuk berlaga di OlympicAD VIII tingkat nasional. Rasa syukur ini harus menjadi semangat bersama untuk bertanding membawa nama baik diri sendiri, keluarga, sekolah, dan kafilah DIY,” tuturnya.

Achmad menegaskan bahwa pembinaan semacam ini menjadi langkah penting, mengingat pada ajang OlympicAD sebelumnya belum dilaksanakan kegiatan pendampingan secara terstruktur.

“Apalah artinya juara di DIY jika tidak mampu berlaga di tingkat nasional. Maka ketika berangkat, kita harus berangkat dengan kesiapan dan peluang untuk menjadi juara,” tegasnya.

Dengan penuh semangat, Achmad juga menyampaikan pesan motivasi melalui analogi perjalanan kafilah.

“Dari Malioboro ke Karebosi, membawa harapan dan doa. Berlomba secara sportif penuh dedikasi, pulang ke Jogja membawa juara,” ucapnya, disambut antusias peserta.

Di akhir sambutannya, Achmad mengisahkan keteladanan Muhammad Al-Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel sebagai penguat keyakinan bahwa tidak ada hal yang mustahil di tengah keterbatasan dan tantangan.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi teknis yang disampaikan oleh Tsania Nur Diyana selaku PIC kegiatan. Dalam paparannya, Tsania menjelaskan detail pelaksanaan pembinaan, teknis kegiatan, serta pendamping masing-masing cabang lomba.

“Pembinaan dilaksanakan dalam tiga sesi pertemuan selama dua hari. Peserta dikelompokkan berdasarkan jenjang dan jenis lomba ke dalam enam ruang kelas,” jelas Tsania.

Ia juga menambahkan bahwa lomba mata pelajaran memiliki tiga tahapan atau skema hingga mencapai babak final dan juara. Skema ini akan kita latihkan selama dua hari pembinaan ini agar peserta benar-benar siap menghadapi kompetisi sesungguhnya.

Melalui pembinaan ini, diharapkan para peserta memiliki kesiapan teknis, mental, serta motivasi yang lebih kuat dalam menyongsong OlympicAD VIII Nasional yang akan diselenggarakan di Makassar pada 12–14 Februari 2026. Sebagai informasi lanjutan, Pembinaan Gelombang II akan dilaksanakan pada 23–24 Januari 2026, dengan fokus lomba Islam dan Kemuhammadiyahan (Ismuba) yang meliputi Ismu in Arabic, Ismu in English, Kaligrafi, Fahmil Qur’an, Tahfidzul Qur’an, dan Tilawatil Qur’an.