Bertempat di aula gedung PWM D.I. Yogyakarta (2/7), PWM D.I. Yogyakarta kembali melaksanakan acara rutin bulanan pentasyarufan dana solidaritas Kepala SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta, moment ini juga sekaligus menjadi acara syawalan kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta, selain itu turut juga hadir beberapa pimpinan Majelis Dikdasmen PWM D.I. Yogyakarta.
Dalam acara tersebut hadir Wakil PWM D.I. Yogyakarta yang membidangi pendidikan yaitu Tasman Hamami dan juga Ketua Umum PWM D.I. Yogyakarta Gita Danu Pranata.
Tasman Hamami mengatakan kepala sekolah/madrasah harus bisa berperan sebagai supervisor dalam proses pembelajaran di sekolah/madrasah untuk memastikan KBM berjalan dengan baik. Selain itu Tasman Hamami juga mengatakan bahwa meandseat intrepeneur adalah faktor penting dalam membangun dan mengelola sekolah/madrasah.
Sementara itu Gita Danu Pranata dalam pidatonya mengatakan agar para kepala sekolah/madrasah harus memperhatikan tuntutan metode pembelajaran yang harus di jalankan oleh sekolah/madrasah dalam era teknologi saat ini.
“Memaksimalkan fungsi teknologi informasi adalah sebuah tuntutan di era saat ini” kata Gita Dannya Paranata.
Gita Danu Pranata menjelaskan gaya hidup anak milenial saat ini tidak bisa dipisahkan dengan teknologi, oleh karena itu sekolah/madrasah Muhammadiyah harus mampu mengerti hal tersebut, sekolah/madrasah diminta untuk memahami apakah gaya hidup generasai anak milenial berbeda dengan anak-anak generasi sebelumnya, hal ini guna merumuskan metode pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan zaman, demi menciptakan metode pembelajaran yang lebih efektif, misal metode pembelajaran harusnya dapat memaksimalkan fungsi smartphone, hal ini berangkat dari penggunaan smartphone bagi kaum milenial saat ini sudah tidak bisa dipisahkan lagi
Gita Danu Pranata mendorong agar sekolah/madrasah khususnya yang ada di D.I. Yogyakarta untuk bisa membuat system pembelajaran yang e-learning, menurutnya ketika metode e-learning dimaksimalkan maka ekeftifitas dan efisiensi sekolah/madrasah akan bisa terwujud.
Gita Danu Pranata bercerita pengalamannya menggunakan e-learning saat menyampaikan materi kuliah kepada para mahasiswanya, menurutnya antusiasme mahasiswa saat belajar dengan materi yang ada pada e learing jauh lebih baik dibandingkan penyampaian materi yang tidak menggunakan e-learning.
Point pembelajaran revolusi industry 4.0 adalah pembelajaran berbasis internet.
Dalam akhir pidatonya Gita Danu Paranata berharap agar sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu mendidik generasi milenial menembus revolusi industry 4.0.

