YOGYAKARTA – Penguatan tata kelola, ketertiban administrasi, dan validitas data menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu sekolah/madrasah Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag, menyampaikan hal itu dalam Pembinaan Kepala Tata Usaha dan Bendahara SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY di UMY Student Dormitory, Rabu (30/9).

Dalam arahannya, administrasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai urusan dokumen. Tetapi, ketertiban administrasi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan, termasuk mendukung proses akreditasi dan evaluasi kinerja sekolah.

“Ketertiban administrasi itu berdampak pada persoalan akreditasi. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan administrasi dan berbagai aspek pendataan di sekolah/madrasah,” tutur Achmad.

Pihaknya berpesan, sekolah/madrasah diharapkan aktif memastikan data dan bukti pendukung yang dibutuhkan tersedia secara lengkap dan sesuai kondisi terkini.

Yakni dengan mengoptimalkan sistem pendataan berbasis daring, Prisma dan Muhammadiyah Balanced Scorecard (MBSC).

Dalam kerangka evaluasi MBSC, penilaian sekolah mencakup lima perspektif strategis, yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Internal Business Process, Customer Perspective, Learning & Growth Perspective, dan Financial Perspective.

BACA JUGA Perkuat Tata Kelola dan Budaya Perjuangan Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah DIY

Kelima perspektif tersebut menjadi bagian dari upaya melihat tata kelola dan keunggulan sekolah secara lebih menyeluruh, serta memastikan data sekolah/madrasah Muhammadiyah selalu sesuai dengan kondisi terbaru.

Silaturahmi & Pembinaan Kepala Tata Usaha dan Bendahara SMA,SMK,MA,SLB Muhammadiyah se-DIY di UMY Student Dormitory, Rabu (30-9-2026)

Silaturahmi & Pembinaan Kepala Tata Usaha dan Bendahara SMA,SMK,MA,SLB Muhammadiyah se-DIY di UMY Student Dormitory, Rabu (30-9-2026)

“Sehingga setiap ada perubahan, misalnya kepala sekolah maupun operator, perlu segera diikuti pembaruan data agar informasi yang tersaji tetap akurat,” jelas Achmad.

Data yang valid tidak hanya mendukung tertib administrasi, tetapi juga menjadi dasar memotret kinerja dan menentukan aspek yang masih perlu diperkuat.

Selain validitas data, Achmad mengingatkan sekolah/madrasah agar setiap kegiatan dan capaian memiliki bukti pendukung yang jelas agar setiap aktivitas yang dilaporkan dapat diverifikasi.

“Kalau mengaku melakukan kegiatan, harus jelas kegiatannya apa dan bukti pendukungnya mana,” ucapnya.

Achmad menuturkan, kelengkapan bukti bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari sistem evaluasi yang objektif. Data dan dokumentasi itu akan membantu pimpinan melihat kinerja sekolah/madrasah, sekaligus menentukan aspek yang masih perlu diperbaiki.

BACA JUGA Majelis Dikdasmen PNF DIY Perkuat Peran Waka dalam Penyempurnaan RKAS/M

Penguatan tata kelola, lanjutnya, menjadi salah satu modal Muhammadiyah DIY mencapai predikat unggul. Keunggulan tidak hanya dibangun dari jumlah sekolah, tetapi juga melalui tata kelola, prestasi, dan kualitas manajemen pendidikan.

“Yang paling mungkin kita unggulkan adalah tata kelola, keunggulan prestasi, dan sebagainya. Itu yang harus diperhatikan,” katanya.

Karena itu, Achmad mengajak kepala sekolah, tenaga administrasi, dan bendahara memiliki visi yang sama dalam memperbaiki kualitas manajemen sekolah.

Sinergi itu diperlukan agar pengelolaan pendidikan berjalan lebih tertib, terukur, dan akuntabel.

“Kerja keras dan keikhlasan mengelola pendidikan Muhammadiyah merupakan bagian dari amal pengabdian yang perlu terus diupayakan agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Melalui silaturahmi dan pembinaan tersebut, Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY berharap, penguatan administrasi, pendataan, dan tata kelola menjadi gerakan bersama di SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penjaminan mutu, kualitas layanan pendidikan, dan mendorong daya saing sekolah/madrasah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta.