BOGOR — Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) D.I. Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan selaras dengan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah serta pesantren Muhammadiyah. Hal tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif perwakilan majelis dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Berperspektif Islam.

Kegiatan pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Ahad, 15–18 Oktober 2026, bertempat di Hotel Royal Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dikdasmen PNF PWM DIY diwakili oleh Dr. Tsania Nur Diyana, M.Pd. Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 68 peserta yang terdiri dari jajaran pemangku kepentingan tingkat pusat hingga daerah, perwakilan organisasi otonom (ortom), serta para kepala sekolah dan guru dari berbagai sekolah dan pesantren Muhammadiyah.

Peserta ToT asal DI. Yogyakarta

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta dibekali serangkaian materi strategis guna memperkuat kapasitas tenaga pendidik. Cakupan materi meliputi konsep dasar kesehatan reproduksi remaja, penguatan nilai-nilai Islam dalam KRR, teknik komunikasi dan skenario edukasi bagi siswa, hingga pemahaman terkait sistem alur rujukan layanan kesehatan ke Puskesmas.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta menyusun dokumen Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan materi dan pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konkret di lembaga pendidikan masing-masing.

“Partisipasi Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY dalam ToT ini merupakan komitmen nyata kami dalam mendukung terciptanya edukasi kesehatan reproduksi remaja yang komprehensif, aman, beradab, serta selaras dengan nilai-nilai Islam di sekolah dan pesantren Muhammadiyah, khususnya di wilayah DIY,” ujar Dr. Tsania Nur Diyana, M.Pd.

Melalui penyusunan RTL tersebut, hasil pelatihan diharapkan dapat segera disosialisasikan dan diterapkan di lingkungan sekolah maupun pesantren Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta demi mencetak generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, dan berpengetahuan luas.