Yogyakarta – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Muh Ikhwan Ahada, menegaskan pentingnya budaya berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) sebagai ruh pengelolaan pendidikan Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan dalam silaturahmi dan pembinaan rutin kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY di Aula PWM DIY, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini digelar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY, sebagai forum refleksi sekaligus penguatan peran kepala sekolah/madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di DIY.

Mengingat capaian Kafilah D.I. Yogyakarta yang sukses meraih Juara Umum pada ajang OlympicAD 2026 di Makassar, Ikhwan menyampaikan apresiasi atas kerja keras para kepala sekolah dan madrasah yang yang telah berkontribusi meningkatkan prestasi dan reputasi lembaga pendidikan Muhammadiyah di DIY.

“Capian ini menjadi bentuk syukur PWM atas upaya yang telah dilakukan Bapak dan Ibu semua. Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas yang dilakukan telah membuahkan hasil dan memperkuat eksistensi pendidikan Muhammadiyah Yogyakarta,” ungkapnya.

Ikhwan menyebut, meskipun secara jumlah organisasi Muhammadiyah di DIY relatif kecil dibandingkan wilayah lain, kekuatan kualitasnya justru sangat menonjol. “Yogyakarta ini memang kecil jika dibandingkan wilayah lain. Tetapi kecil tidak masalah, yang penting powerful. Small but beautiful and powerful,” ucapnya.

Menurutnya, berbagai capaian lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada sekadar prestasi lomba atau pencapaian sesaat. Prestasi tersebut harus dijadikan batu loncatan untuk meningkatkan kualitas dan performa lembaga pendidikan secara berkelanjutan.

“Lomba itu hanya momentum. Yang lebih penting adalah bagaimana momentum tersebut menjadi batu lompatan untuk memperbaiki kualitas dan kinerja pendidikan kita ke depan,” tegasnya.

Spirit Fastabiqul Khairat

Lebih lanjut, Ikhwan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pendorong umat Islam untuk bergerak cepat dalam kebaikan. Salah satunya fastabiqul khairat, perintah dalam Al-Qur’an yang mendorong manusia untuk bersegera dalam hal-hal baik.

Fastabiqul khairat berarti berlomba dalam kebaikan. Mengapa harus cepat? Karena kebaikan itu bersifat kompetitif. Siapa lebih dulu dan lebih berkualitas, dialah yang akan menjadi terbaik,” paparnya.

Doktor Psikologi Pendidikan Islam itu menjelaskan, konsep khairat dalam Al-Qur’an tidak hanya berarti satu bentuk kebaikan, melainkan beragam dimensi kebaikan yang dapat dikembangkan manusia. Karena itu, setiap individu memiliki potensi unggul berbeda-beda.

“Manusia itu memiliki potensi multi-kebaikan. Seseorang bisa unggul di satu bidang, tetapi juga bisa mengembangkan keunggulan di bidang lain. Potensi itulah yang harus kita gali dan kembangkan,” ucapnya.

Menurut Ikhwan, tugas pendidikan adalah mengaktifkan potensi tersebut pada peserta didik sesuai bakat dan minat masing-masing. Konsep ini sejalan dengan teori kecerdasan majemuk yang menyebut, setiap manusia memiliki potensi keunggulan yang berbeda.

Pendidikan Berbasis Potensi Anak

Karena itu, kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengembangkan potensi dan karakter peserta didik secara utuh.

“Potensi anak-anak itu harus diaktifkan sesuai bakat dan minatnya. Pendidikan tidak boleh hanya melihat satu dimensi, tetapi harus mampu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan Muhammadiyah juga tidak terlepas dari nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama gerakan tersebut. Mengutip Surah Yunus ayat 58, Ikhwan menjelaskan bahwa karunia terbesar Allah bagi manusia adalah Al-Qur’an dan Islam.

“Karunia Allah dan rahmat-Nya itu oleh para mufasir dimaknai sebagai Al-Qur’an dan Islam. Dua hal inilah yang seharusnya membuat kita bergembira dan bersyukur,” tuturnya.

Ikhwan mengajak untuk terus menguatkan integrasi nilai-nilai Islam dalam pengelolaan pendidikan, sehingga sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual.

“Kita ingin pendidikan Muhammadiyah melahirkan manusia yang unggul dalam berbagai dimensi, sekaligus dekat dengan nilai-nilai ilahiah,” tandasnya.

Melalui forum silaturahmi dan pembinaan rutin ini, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY berharap terbangun sinergi lebih kuat antar pimpinan sekolah Muhammadiyah di DIY.  Sinergi yang mampu meningkatkan mutu tata kelola pendidikan dan memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah melalui jalur pendidikan.