YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY resmi melantik Wakil Kepala (Waka) Bidang, Bendahara, dan Kepala Tata Usaha (KTU) SMA Muhammadiyah Kasihan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin, SMK Muhammadiyah 1 Lendah, SMK Muhammadiyah 2 Tempel, dan SMK Muhammadiyah Prambanan.

Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Aula Utama PWM DIY pada Selasa (6/10). Kegiatan diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY tentang pengangkatan dan dilanjutkan pembacaan ikrar pernyataan janji oleh calon Waka Bidang, Bendahara, dan KTU.

Berikut daftar nama Waka Bidang, Bendahara, dan KTU yang resmi dilantik;

BACA JUGA 15 Wakil Kepala SMA/MA Muhammadiyah DIY Dilantik, Achmad Tekankan Tata Kelola Seimbang dan Harmonis

SMA Muhammadiyah Kasihan

  1. Desi Ari Sumarwati, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kurikulum
  2. Apta Maulida Marlian, M.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
  3. Dra. Hj. Siti Sangidah – Wakil Kepala Bidang ISMUBA
  4. Rika Afriyanto, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Sarpras
  5. Atikah Zahroh, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Humas
  6. Rega Sutikno – Bendahara
  7. Arifin Albani Muslih – Kepala Tata Usaha

SMA Muhammadiyah Al Mujahidin

  1. Dodi Firmansyah, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang ISMUBA

SMK Muhammadiyah 1 Lendah

  1. Deni Kurniadi, S.Pd.Gr. – Wakil Kepala Bidang Kurikulum
  2. Muhammad Ichsanudin Zuhri, S.T. – Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
  3. Nurul Hidayah Puji Lestari, M.Pd. – Wakil Kepala Bidang ISMUBA
  4. Sudalmini, S.Pd.Si. – Wakil Kepala Bidang Sarpras
  5. Bresiline Andani, S.Pd., Gr. – Wakil Kepala Bidang Humas
  6. Asri Wuryani, S.E. – Bendahara
  7. Alvin Ardiawan, S.M. – Kepala Tata Usaha

SMK Muhammadiyah 2 Tempel

  1. Umi Nurhidayati, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kurikulum
  2. Anis Khoirotun Nisak, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kesiswaan dan ISMUBA
  3. Yuli Ismiyati, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Sarpras dan Humas
  4. Maratul Mutmainah – Bendahara
  5. Lutfi Hidayat – Kepala Tata Usaha

SMK Muhammadiyah Prambanan

  1. Bunga Satya Hardika, S.Pd., M.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kurikulum
  2. Beni Iswadi, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
  3. Mar’i Sophia Azzaro, S.Hum., M.Si. – Wakil Kepala Bidang ISMUBA
  4. Panggih Pribadi, S.Pd.T., M.Pd. – Wakil Kepala Bidang Sarpras
  5. Rohmat Martanto, S.Pd. – Wakil Kepala Bidang Humas
  6. Sumiyatun – Bendahara
  7. Anna Yaskuri, S.H. – Kepala Tata Usaha

BACA JUGA PWM DIY Dorong Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Percepat Migrasi e-KTAM

Pemetaan Situasi jadi Dasar Aksi

Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag.

Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag.

Dalam arahannya, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., berpesan untuk terus belajar dan memahami ketugasan masing-masing agar pengelolaan sekolah terus mengalami peningkatan.

“Yang terpenting adalah Bapak/Ibu terus mau belajar. Meskipun di manajemen lama, ketugasan itu penting. Ada hal-hal yang spesifik yang harus dipelajari, sehingga ada peningkatan,” ujar

Kondisi dan tantangan setiap sekolah berbeda. Karena itu, para Waka, Bendahara, maupun KTU diminta memetakan situasi sekolah sebelum menentukan langkah yang harus dilakukan.

“Situasi sekolah masing-masing tentu berbeda, maka tantangan juga akan berbeda. Penting untuk memetakan itu, bagaimana Bapak/Ibu bisa memetakan situasi dan tantangannya, dan apa yang harus dihadapi,” paparnya.

Dalam melakukan pemetaan tidak berhenti pada identifikasi persoalan. Setiap bidang harus menerjemahkannya menjadi aksi nyata yang dapat mendorong perkembangan sekolah dalam beberapa tahun ke depan.

“Situasi dan tantangan dapat berubah, sehingga strategi pengelolaan juga perlu terus disesuaikan,” imbuhnya.

Selain aksi, Achmad menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi secara berkala. Refleksi tidak harus menunggu akhir tahun ajaran. Evaluasi bulanan perlu diintensifkan untuk melihat program yang sudah berjalan, kendala yang muncul, serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Situasi, tantangan, aksi, dan refleksi harus selalu diukur capaiannya. Jangan harus menunggu satu tahun baru kemudian refleksi,” tegasnya.

Termasuk kolaborasi antarbidang. Sebab wakil kepala sekolah, bendahara, dan tata usaha merupakan bagian dari sistem manajemen sekolah yang saling mendukung.

Kolaborasi tersebut, lanjut Achmad, perlu berjalan dalam kerangka kepemimpinan kolektif-kolegial untuk mendukung keputusan dan kebijakan sekolah.

“Masing-masing bidang perlu menguatkan tugasnya, tetapi juga penting untuk selalu berkolaborasi antara satu bidang dengan bidang yang lain. Bendahara dan tata usaha adalah dua supporting system yang tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.

Kepada kepala sekolah, Achmad mengingatkan bahwa kuatnya tim manajemen tidak berarti fungsi kepemimpinan dapat dilepas. Kepala sekolah tetap memiliki peran penting dalam mengendalikan dan memastikan seluruh lini manajemen bergerak dalam arah yang sama.

Baginya, seluruh unsur manajemen merupakan satu kesatuan. “Lokomotif” dan “gerbong” harus berjalan bersama agar perjalanan sekolah/madrasah menuju unggul berkemajuan dapat berlangsung secara terarah.