Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Program Sekolah Ideologi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) secara resmi telah menyelesaikan pendidikannya dan meluluskan angkatan perdana peserta. Kelulusan ini menandai komitmen kuat dalam menyiapkan kader ideologis yang siap bergerak dalam memperkuat gerakan persyarikatan Muhammadiyah di berbagai bidang kehidupan. Wisuda kelulusan diselanggarakan dalam rangkaian penutupan Pengajian Ramadan 1447 H PWM DIY.

Kegiatan kelulusan angkatan pertama menegaskan semangat besar Sekolah Ideologi Muhammadiyah dalam membentuk kader yang memahami nilai Islam berkemajuan serta mampu menerapkannya dalam organisasi maupun masyarakat luas. Program Sekolah Ideologi Muhammadiyah mengusung semangat “Kader Penggerak Persyarikatan” sebagai ikhtiar menyiapkan kader ideologis yang kokoh, berwawasan luas, dan siap menggerakkan Persyarikatan di berbagai lini kehidupan.

Direktur Sekolah Ideologi Muhammadiyah, Hardi Santosa, menyampaikan bahwa angkatan pertama ini terdiri atas 32 mahasiswa yang resmi diwisuda mayoritas dari kepala sekolah dan guru secara resmi menyandang gelar CMI (Certified Muhammadiyah Ideology) setelah mengikuti serangkaian pembelajaran dan pengujian akademik yang dirancang untuk memperkuat wawasan ideologis mereka.

“Pelaksanaan sekolah ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menyiapkan kader persyarikatan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap mengimplementasikan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hardi Santosa dalam salah satu sesi penutupan acara.

Dalam proses pendidikan, peserta dibekali dengan pembelajaran formal yang meliputi kajian mendalam tentang identitas, nilai, dan prinsip Muhammadiyah serta aplikasi nilai tersebut dalam konteks keorganisasian dan sosial kemasyarakatan. Kurikulum berlangsung terstruktur dengan pendekatan akademik yang kuat dan evaluasi berkala untuk memastikan pemahaman peserta terhadap ilmu ideologi persyarikatan.

Muhammad Abdul Rahman, Kepala SMK Muhammadiyah Bangunjiwo Kasihan, yang juga mengikuti program ini, menyampaikan pengalaman dan refleksinya:

“Program Sekolah Ideologi Muhammadiyah sangat membuka wawasan saya tentang nilai-nilai Muhammadiyah. Saya merasa lebih memahami dan menghayati perjuangan serta ajaran agama menurut Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih atas pengalaman berharga ini, saya bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah.”

Kelulusan angkatan pertama Sekolah Ideologi Muhammadiyah menjadi tonggak penting dalam penguatan kader Muhammadiyah di tingkat wilayah. Ke depan, langkah ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi generasi berikutnya untuk terus memperkokoh gerakan ideologis persyarikatan yang moderat, progresif, dan relevan dengan tantangan masa depan.