YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Gedung PWM DIY ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan Majelis Dikdasmen PNF tingkat daerah, calon pengelola PKBM, serta pengurus wilayah.
Workshop bertema “Menguatkan Pendidikan dan Dakwah Pencerahan melalui Pendirian PKBM yang Legal, Berkualitas, dan Berkelanjutan” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai regulasi, tata kelola, hingga penyusunan dokumen administrasi pendirian satuan pendidikan nonformal..
Langkah strategis ini merupakan respons terhadap mandat nasional dan program “1 Cabang 1 PKBM” untuk memperluas jangkauan pendidikan di akar rumput. PKBM Muhammadiyah diharapkan hadir sebagai solusi praktis pendidikan inklusif, mulai dari layanan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) hingga pelatihan vokasional yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sarjilah, M.Pd., selaku Ketua Bidang Pendidikan Nonformal Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, menegaskan pentingnya peran pendidikan nonformal dalam struktur dakwah Muhammadiyah. Beliau menyampaikan:
“Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat yang belum atau tidak terjangkau pendidikan formal.”
Melalui workshop ini, para peserta dibekali materi teknis mulai dari konsep dasar PKBM, proses perizinan, hingga klinik pendampingan penyusunan berkas. Diharapkan, pasca-kegiatan ini akan lahir inisiatif baru pendirian PKBM di berbagai daerah di DIY guna mengoptimalkan aset dan sumber daya manusia yang ada di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Acara ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang mencakup koordinasi rutin bulanan dan monitoring ke daerah untuk memastikan proses pendirian PKBM berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku
