YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PWM DIY terus memperkuat transformasi digital di lingkungan pendidikan Muhammadiyah melalui pengembangan Profil dan Informasi Sekolah/Madrasah Muhammadiyah (PRISMA).
Workshop Database PRISMA ini diikuti oleh operator SMA/SMK/MA Muhammadiyah se-DIY di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Rabu (13/5/2026).
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag, dalam sambutannya menyebut, pengelolaan pendidikan Muhammadiyah yang melibatkan puluhan ribu murid dan ribuan guru membutuhkan sistem data yang terintegrasi dan dikelola secara mandiri.
“Kita mengelola puluhan ribu murid aktif, juga ribuan guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, data tidak mungkin lagi dihimpun secara manual. Kita memerlukan sistem yang mampu menyajikan informasi secara cepat dan tepat,” katanya.
Achmad menilai, selama ini data strategis pendidikan Muhammadiyah masih tersebar di masing-masing sekolah. sehingga kebutuhan informasi mengenai jumlah guru bersertifikasi, kepemilikan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM), dan profil kelembagaan sekolah kerap terhambat.
“Kalau ada pertanyaan tentang jumlah guru yang belum sertifikasi atau yang belum memiliki NBM, tentu tidak mungkin kami menelepon kepala sekolah satu per satu. Dengan PRISMA, semua data itu bisa dilihat melalui dashboard,” jelasnya.
Dalam prosesnya, PRISMA menjadi instrumen penting untuk menjaga kedaulatan data pendidikan Muhammadiyah. Seluruh data disimpan di server internal Muhammadiyah dan dikelola secara mandiri agar keamanan serta kerahasiaannya tetap terjaga.
“Data pendidikan Muhammadiyah harus kita kelola sendiri agar aman dan tidak ke mana-mana. Server-nya milik Muhammadiyah, pengelolanya juga dilakukan oleh orang Muhammadiyah,” tegasnya.
Sebab itu, Achmad berharap, para operator sekolah dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta menanamkan semangat kerja ikhlas dan amanah dalam mengelola data.
“Pengelolaan data harus dilakukan dengan ikhlas dan amanah. Jangan sampai data sekolah hanya dikuasai satu orang, lalu ketika yang bersangkutan pindah, semuanya ikut hilang,” pesannya.
Workshop selanjutnya dipandu oleh Ir. Ahmad Azhari, S.Kom., M.Eng. selaku Anggota yang membidangi Kelembagaan dan Kerja sama.
Dalam paparannya, Azhari menjelaskan, PRISMA dibangun di atas empat nilai strategis yang menjadi fondasi tata kelola pendidikan Muhammadiyah berbasis data.
Keempat nilai tersebut meliputi, kedaulatan informasi persyarikatan, yaitu pengelolaan data secara mandiri oleh Muhammadiyah; single source of truth, yakni satu sumber data resmi yang terintegrasi dan tervalidasi.
Kemudian, decision support system, yaitu pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan; serta katalis transformasi digital yang mendorong modernisasi tata kelola sekolah/madrasah Muhammadiyah.
“PRISMA menjadi aset strategis. Seluruh data akan dihimpun dalam satu sistem yang terpusat, terintegrasi, dan tersedia secara real time untuk mendukung perencanaan, monitoring, dan pengambilan Keputusan,” paparnya.
Setelah mendapat materi, para operator sekolah langsung mempraktikkan pengisian dan pengelolaan data ke dalam sistem dengan pendampingan dari tim narasumber. Peserta dibimbing memahami alur input data, struktur informasi yang dibutuhkan, serta cara memanfaatkan fitur-fitur PRISMA secara optimal.
Praktik tersebut untuk memastikan setiap operator tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terampil mengimplementasikan PRISMA secara mandiri di sekolah/madrasah masing-masing.
Melalui Workshop Database PRISMA ini, Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang modern, terintegrasi dan berbasis data.
Dengan basis data yang valid, mutakhir, dan terpusat, setiap kebijakan dan program pengembangan sekolah/madrasah diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah DIY.
