YOGYAKARTA — Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta didorong memperkuat tata kelola sekolah berbasis bukti sekaligus menjaga semangat perjuangan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., dalam kegiatan Silaturahmi dan Pertemuan Bulanan Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta di Aula PWM DIY, Selasa (29/9).

Dalam arahannya, Achmad menekankan pentingnya keseragaman prosedur dalam pengelolaan administrasi pendidikan, termasuk penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah.

“Dokumen administrasi tidak semata-mata dipandang sebagai kelengkapan, tetapi menjadi instrumen untuk membaca kondisi sekolah dan mendorong perbaikan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah dan bendahara agar bekerja secara bersama dalam mengawal administrasi dan program sekolah. Keterlibatan berbagai unsur dinilai penting agar proses perencanaan hingga evaluasi dapat berjalan lebih baik.

BACA JUGA: Ikhwan Ahada: Jaga Ruh Persyarikatan, Pemimpin Harus Well Educated dan Well Mannered

Selain administrasi, Achmad mengingatkan pentingnya pengisian data kelembagaan secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Silaturahmi dan Pertemuan Bulanan Kepala SMA-SMK-MA-SLB Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta di Aula PWM DIY, Selasa (29-9-2026).

Silaturahmi dan Pertemuan Bulanan Kepala SMA-SMK-MA-SLB Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta di Aula PWM DIY, Selasa (29-9-2026).

Sebab, kata Achmad, setiap capaian sekolah perlu didukung bukti yang relevan. Proses validasi bukan sekadar menentukan nilai, melainkan ++memastikan perkembangan sekolah benar-benar ditopang data.

“Kami ingin melihat perkembangan sekolah/madrasah itu berbasis bukti,” tegasnya.

Proses validasi dilakukan dengan mencermati kesesuaian antara klaim, data, dan bukti yang disampaikan sekolah. Proses tersebut akan dilanjutkan melalui pembaruan data berkelanjutan.

“Setiap bulan bisa diperbaiki, bisa kami beri waktu nanti hingga Januari untuk mengisi bagian yang belum,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak kepala sekolah tidak melihat administrasi sebagai pekerjaan yang berdiri sendiri.

BACA JUGA: Majelis Dikdasmen PNF DIY Perkuat Peran Waka dalam Penyempurnaan RKAS/M

Data dan dokumentasi kegiatan harus menjadi bagian dari budaya kerja sekolah. Setiap program perlu dilaporkan dengan bukti yang sesuai, termasuk dokumentasi kegiatan yang benar-benar menggambarkan pelaksanaan program.

“Jadi berbasis bukti, jangan hanya surat kepala sekolah. Bukti sudah ada,” ucapnya.

Lebih lanjut, Achmad mengingatkan kepala sekolah untuk menjaga semangat perjuangan dalam menjalankan amanah. Semangat perjuangan yang perlu dijaga sejak awal hingga akhir masa pengabdian.

Kepemimpinan di sekolah/madrasah Muhammadiyah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian administratif, tetapi juga bagaimana nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan hadir dalam seluruh aktivitas kehidupan sekolah.

Kepala sekolah dan guru didorong agar tidak menjadikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebatas formalitas pembelajaran atau kegiatan tertentu, tetapi mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Penting juga Bapak-Ibu sekalian untuk mengimplementasikan dalam seluruh aktivitas kehidupan,” pesannya.

Melalui pertemuan bulanan tersebut, Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY berharap kepala sekolah tidak hanya memperoleh penguatan dalam aspek tata kelola, tetapi juga kembali meneguhkan amanah kepemimpinan sebagai bagian dari perjuangan Muhammadiyah di bidang pendidikan.