Dari Tertib RKAS, Sosialisasi AI KontenMU, hingga Penyerahan SK Kepala Sekolah Agenda Pembinaan Kepala Sekolah/Madrasah Muhamamdiyah DIY
YOGYAKARTA – Menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027 yang akan dimulai dalam waktu kurang dari tiga pekan, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI. Yogyakarta mengambil langkah dengan menginstruksikan pengetatan disiplin pengelolaan finansial dan pembaruan metode pembelajaran bagi seluruh jajaran kepala sekolah Muhammadiyah se-DIY.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, M.Ag., dalam agenda bulanan Pembinaan Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY di Grha Ibnu Sina, SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026). Achmad berharap agar sekolah tertib administrasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) agar tidak menghambat operasional pendidikan.
Berbeda dari metode pembinaan massal tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun ini Majelis mengubah strategi menjadi pendampingan khusus dan terfokus bagi sekolah yang memiliki catatan keterlambatan laporan finansial.
“Harapannya tidak ada lagi yang terlambat, tidak ada lagi yang pengelolaan administrasi keuangannya tidak baik. Karena ada catatan-catatan, dan yang dapat catatan nanti kita akan khususkan gitu ya, ada forum… Masa RKAS mengumpulkannya di semester genap itu? Ini tentu menjadi bagian dari upaya kami untuk menertibkan penyelenggaraan pendidikan Muhammadiyah di sekolah kita,” ujar Achmad Muhammad di depan forum.
Selain itu, forum ini mengevaluasi pencapaian Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026. Majelis memberikan apresiasi kepada sejumlah sekolah yang berhasil memenuhi kuota pendaftar secara cepat dan mengimbau agar sekolah yang telah surplus dapat mengarahkan kelebihan calon siswa ke satuan pendidikan Muhammadiyah terdekat yang kuotanya belum terpenuhi. Sinergi ini dirancang guna menjaga tren positif kenaikan grafik jumlah siswa Muhammadiyah secara kolektif di wilayah Yogyakarta.
Pertemuan ini semakin berkesan dengan kehadiran Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., yang juga merupakan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, didampingi jajaran Anggota Majelis Pusat serta direksi penerbit Gramasurya.
Dalam pengarahannya, Didik Suhardi menekankan pentingnya kurikulum yang adaptif dan evaluasi mutu yang berkelanjutan sesuai dengan spirit berkemajuan Muhammadiyah. Ia memaparkan bahwa Majelis Dikdasmen PNF Pusat secara konsisten mendampingi tata kelola sekolah di seluruh tanah air untuk melahirkan inovasi, termasuk penyediaan buku ajar yang efisien dan relevan dengan kompetensi masa depan. Didi menekankan bahwa indikator kualitas sekolah swasta tidak dapat dipisahkan dari kuantitas siswa, karena jumlah murid yang memadai menjadi tolok ukur kepercayaan publik sekaligus fondasi utama dalam menjamin kesejahteraan guru dan keberlangsungan operasional sekolah.
Menyangkut ranah pedagogis di ruang kelas, Didi menginstruksikan implementasi metode pembelajaran mendalam (deep learning) guna memicu daya nalar kritis siswa, menggantikan metode konvensional yang cenderung berfokus pada hafalan demi menghadapi ujian semata. Model pengajaran juga dituntut lebih dinamis melalui sistem rotasi berkala tugas mengajar bagi para pendidik.
“Jangan boleh guru hanya mengajar di kelas itu aja… Kalau bisa digilir supaya apa? Kalau perlu guru itu digilir pada anak muridnya yang kelas naik kelas, kelas dua, dia ikut ke kelas dua. Kelas tiga, dia ikut kelas tiga. Supaya pertama, bisa mengikuti perkembangan siswanya, yang kedua, juga tahu pelajarannya seperti apa,” jelas Didi Suhardi menerangkan esensi penyegaran kompetensi guru.
Sejalan dengan agenda digitalisasi dan akselerasi kompetensi masa depan, forum pembinaan ini juga menghadirkan sosialisasi platform inovasi edukasi teranyar dari tim KontenMU (Konten Muhammadiyah) yang dipaparkan langsung oleh Ian Setiawan. KontenMU merupakan platform pembelajaran digital inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diluncurkan secara resmi oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Platform ini dirancang untuk memperkuat ekosistem digitalisasi pendidikan bagi pelajar Muhammadiyah di seluruh Indonesia melalui penyediaan ratusan video interaktif serta animasi edukasi kreatif, seperti serial “Darwis BESTie”.
Dalam sesi pemaparannya, Ian Setiawan menampilkan visualisasi nyata berupa sampel video interaktif lintas mata pelajaran umum dan penciri khusus. Berbagai contoh video interaktif yang disajikan mencakup rumpun sains dan eksakta seperti Kimia, Fisika, Biologi, dan Matematika, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Integrasi materi ajar ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik sekaligus efektif bagi tenaga pendidik dalam mengimplementasikan deep learning.
Pada akhir forum dilaksanakan serah terima Surat Keputusan PWM DI. Yogyakarta kepada beberapa Kepala Sekolah/Madrasah di lingkungan Muhammadiyah DIY terkait dengan masa jabatan kepala sekolah/adrasah.
Melalui konsolidasi dan sinergitas pembinaan dari tingkat pusat hingga wilayah yang ditopang oleh kesiapan inovasi teknologi pembelajaran, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY optimis seluruh satuan pendidikan menengah dan khusus Muhammadiyah di DIY siap mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 dengan tata kelola manajemen finansial yang akuntabel, tertib, serta memiliki daya saing akademis yang tinggi.





