YOGYAKARTA – Suasana lereng Merapi yang sejuk dan hijau menjadi ruang belajar bagi ratusan murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi). Selama tiga hari, 14–16 Mei 2026, sebanyak 431 murid kelas X mengikuti Perkemahan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Qabilah Ash Habul Kahfi di kawasan Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Girikerto, Turi, Sleman.
Kegiatan tahunan tersebut tidak sekadar menghadirkan pengalaman berkemah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas kebersamaan di alam terbuka.
Selama kegiatan, para murid mengikuti berbagai agenda yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian sosial.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Herynugroho mengatakan, Hizbul Wathan menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan Muhammadiyah.
Kepanduan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perkemahan, tetapi juga bertujuan membentuk pribadi yang mandiri, mampu bekerja sama, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa cinta terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Hizbul Wathan merupakan wadah pembinaan generasi muda agar memiliki jiwa religius, disiplin, tangguh, serta siap menjadi kader persyarikatan dan pemimpin masa depan,” tuturnya dalam sambutan.
Selama perkemahan, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti mendirikan tenda secara mandiri, games kelompok, pentas seni, jelajah alam, hingga lomba memasak. Kegiatan mendirikan tenda dilakukan oleh masing-masing kelompok untuk melatih komunikasi, pembagian tugas, dan tanggung jawab terhadap perlengkapan maupun area perkemahan.
Selain itu, games kelompok dan pentas seni menjadi sarana membangun kekompakan sekaligus menampilkan kreativitas siswa melalui pertunjukan musik, tari, drama, dan penampilan lainnya.
Jelajah alam juga menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Peserta diajak menyusuri area sekitar bumi perkemahan sambil menyelesaikan sejumlah tantangan yang disiapkan panitia.
Sebagai bagian dari implementasi nilai kepedulian sosial, peserta kemah turut melaksanakan bakti sosial berupa penyerahan sembako kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap sesama sejak usia sekolah.





