YOGYAKARTA – SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) berhasil meraih 35 medali pada Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) seleksi wilayah DIY. Kegiatan ini digelar Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DI Yogyakarta.
Pada kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu, (22-23/11), SMA Muhi berhasil meraih total 35 medali, terdiri dari 15 emas, 14 perak, dan 6 perunggu. Prestasi membanggakan ini diraih lewat partisipasi siswa di 18 cabang lomba dan dukungan para guru yang turut serta dalam bidang lomba inovasi.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Keberhasilan meraih puluhan medali ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, serta komitmen seluruh elemen sekolah dalam membina kompetensi dan karakter peserta didik.
“Kompetisi, seperti Olympicad menjadi momentum penting untuk mengasah daya juang, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis siswa,” ungkap Hery.
Berkat prestasi tersebut, pihaknya optimistis, SMA Muhi siap tampil maksimal di OlympicAD Nasional 2026 yang akan digelar di Makassar.
Lebih lanjut, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Edo Lestari, M.Psi., menambahkan, prestasi ini sejalan dengan visi dan misi SMA Muhi. Sekolah berkomitmen mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menjadi kader persyarikatan sekaligus pemimpin masa depan.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan siswa SMA Muhi selama ini mampu mengembangkan potensi akademik, talenta, serta integritas secara maksimal,” tuturnya.
Baginya, tagline Cadre and Leader bukan sekadar semboyan, tetapi pijakan filosofis yang menjiwai setiap program sekolah. Sekaligus menunjukan tekad SMA Muhi yang tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki jiwa pemimpin, karakter Islami, serta kapasitas untuk berkontribusi di masyarakat.
“Melalui keberhasilan di OlympicAD DIY, semangat Cadre and Leader semakin tampak kuat dalam diri para siswa yang mampu berkompetisi dengan penuh integritas dan kepercayaan diri,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Edo, para siswa akan menjalani pelatihan intensif dan pendampingan khusus agar mampu menampilkan performa terbaik di tingkat nasional. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya dan berprestasi sesuai jati diri sebagai Cadre and Leader.
“Dukungan penuh dari orang tua, guru, serta keluarga besar Muhammadiyah menjadi modal penting bagi kontingen SMA Muhi untuk kembali mengharumkan nama sekolah dan daerah,” pungkasnya. (Yusron/guf)
