YOGYAKARTAMajelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY resmi meluncurkan Instrumen Penilaian Kinerja Sekolah/Madrasah Muhammadiyah berbasis Key Performance Indicators (KPI).

Peluncuran berlangsung dalam rangkaian agenda Seminar Pendidikan, Launching Muhammadiyah Balanced Scorecard, dan Penandatanganan MoU dengan Marshall Cavendish Education (MCE), pada Selasa (2/6) di Grha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag. menjelaskan, Muhammadiyah Balanced Scorecard merupakan instrumen yang telah dipersiapkan secara sistematis dan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Achmad menjelaskan, instrumen KPI dirancang untuk membantu sekolah/madrasah Muhammadiyah DIY dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan secara sistematis pada seluruh aspek yang menjadi standar mutu pendidikan.

“Ini merupakan bentuk implementasi ikhtiar kami untuk mewujudkan sekolah/madrasah unggul di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah DIY lewat langkah-langkah yang sistematis. Seluruh sekolah dan madrasah akan kita bangun agar terus tumbuh dan berkembang berdasarkan kondisi riil masing-masing,” ujarnya.

Achmad menegaskan, sekolah yang masih berada pada kategori tumbuh tidak perlu berkecil hati karena sistem ini dirancang untuk membantu setiap sekolah berkembang berdasarkan baseline yang dimiliki.

“Kami ingin semua sekolah bergerak maju bersama. Instrumen ini bukan untuk menghakimi, tetapi menjadi panduan pengembangan yang terukur dan berkelanjutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, untuk mendorong peningkatan mutu secara bertahap, Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY membagi kategori sekolah menjadi sekolah bertumbuh, sekolah berkembang, sekolah unggul pratama, sekolah unggul madya, dan sekolah unggul utama.

“Melalui instrumen ini kami ingin memastikan setiap sekolah/madrasah Muhammadiyah DIY memiliki ukuran kinerja yang jelas dan dapat dipantau perkembangannya dari waktu ke waktu. Baseline setiap sekolah memang berbeda, tetapi yang terpenting ada peningkatan yang terukur sehingga sekolah yang masih berkembang dapat terus bertumbuh menuju sekolah unggul,” pungkasnya.

Perkuat Kinerja dan Mutu Pendidikan

Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY.

Menurutnya, instrumen ini penting untuk mengukur capaian dan target keberhasilan sekolah secara terukur berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan yang dipadukan dengan kurikulum nasional dan ciri khas Kemuhammadiyahan.

“Ini sangat baik untuk melihat secara kuantitatif sejauh mana ukuran keberhasilan yang sudah dicapai dengan target yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Selain itu, Didik mengingatkan agar penerapan KPI tidak mengabaikan nilai-nilai kualitatif yang menjadi ruh pendidikan Muhammadiyah, seperti karakter, kemandirian, toleransi, dan budaya berbagi antarsekolah.

“Karakter seperti sopan santun, toleransi, dan kemandirian itu agak sulit dikuantitatifkan. Jadi, KPI bukan satu-satunya. Jangan sampai penggunaan KPI menghilangkan unsur penting yang justru dihasilkan dari pendidikan Muhammadiyah,” pesannya.

“Terima kasih kepada PWM DIY yang terus menjadi center of excellence dan menjadi contoh praktik baik bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Pendidikan holistik, integratif, dan berkemajuan

Lebih lanjut, Ketua PWM DIY, Ikhwan Ahada menegaskan, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan adab yang berlandaskan nilai tauhid serta teologi Al-Ma’un yang diwariskan KH Ahmad Dahlan.

Baginya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui capaian akademik, tetapi juga aspek afektif yang membentuk kepribadian peserta didik.

“Mbah Dahlan mengajarkan bahwa ilmu harus berlandaskan tauhid, tidak melahirkan kesombongan, serta mampu memadukan akal, ilmu, dan amal. Karena itu, aspek afeksi juga harus menjadi ukuran keberhasilan pendidikan,” ujarnya.

Ikhwan berharap, sekolah/madrasah Muhammadiyah di DIY mampu menerapkan pendidikan yang holistik, integratif, dan berkemajuan tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai khas Muhammadiyah.

Dalam seminar bertajuk Transformasi Tata Kelola Kinerja Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Berbasis KPI: Mewujudkan Pendidikan Unggul, Akuntabel, dan Berkemajuan, turut hadir Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Ed., Ph.D., dan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Prof. Dr. Toni Toharudin, M.Sc., sebagai narasumber.

Seminar diikuti kurang lebih 300 peserta dari kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY, wakil kepala sekolah, Pimpinan Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-DIY, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Marshall Cavendish Education (MCE), Singapura.