YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PWM DIY melantik 22 Wakil Kepala (Waka) Bidang, Bendahara, dan Kepala Tata Usaha (KTU) SMK Muhammadiyah Kalibawang, SMK Muhammadiyah Ngawen, SMK Muhammadiyah 2 Sleman, dan SMK Muhammadiyah Gamping untuk masa jabatan 2026–2030.
Pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Aula Utama PWM DIY pada Rabu, (3/6) siang. Prosesi diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY tentang pengangkatan dan dilanjutkan pembacaan ikrar pernyataan janji oleh calon waka bidang, bendahara, dan KTU.
Perkuat Transformasi Pendidikan
Dalam amanatnya, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag, meminta para wakil kepala sekolah, bendahara, dan kepala tata usaha yang baru dilantik untuk mengambil peran aktif dalam mendorong transformasi pendidikan Muhammadiyah menuju sekolah unggul dan berkemajuan.
Achmad menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar dari Muhammadiyah yang harus dijalankan bersama seluruh unsur sekolah. Mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
“Bapak-Ibu mendapatkan amanah yang tidak ringan. Kepercayaan besar diberikan oleh Persyarikatan untuk bersama-sama dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite, dan seluruh pihak terkait terus berikhtiar mewujudkan transformasi pendidikan menuju pendidikan yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.
Achmad menjelaskan, transformasi pendidikan harus diwujudkan melalui langkah yang terukur dan tidak berhenti pada rutinitas administratif semata. Setiap sekolah perlu memiliki arah pengembangan yang jelas sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki.
“Bukan sekadar rutinitas, tetapi kita harus menentukan arah transformasi dan arah pengembangan sekolah sesuai kondisi masing-masing. Tidak harus silau dengan sekolah yang mungkin lebih maju, namun yang penting setiap waktu jelas apa yang dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan ,” pesan Achmad.
Pihaknya mengingatkan, tantangan pendidikan semakin kompetitif dengan hadirnya berbagai lembaga pendidikan baru. Karena itu, seluruh jajaran sekolah/madrasah Muhammadiyah dituntut terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Peningkatan mutu pembelajaran, lanjut Achmad, harus menjadi perhatian utama para wakil kepala sekolah bersama guru dan tenaga pendidik.
“Administrasi pembelajaran itu penting, tetapi meningkatkan mutu pembelajaran menjadi kata kunci kemajuan dan keunggulan sekolah kita,” tegasnya.
Selain mutu akademik, Achmad juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Nilai-nilai persyarikatan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak hanya menjadi persoalan pembelajaran, tetapi bagaimana membangun budaya yang didasari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di sekolah kita,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa sekolah Muhammadiyah merupakan amanah milik persyarikatan sehingga seluruh pengelolanya perlu memegang teguh kebijakan dan ketentuan organisasi yang berlaku.
“Sekolah bukan milik kita. Sekolah adalah amanah yang dititipkan kepada kita. Apa yang kita lakukan di sekolah, jika dijalankan dengan ikhlas, insyaallah menjadi amal saleh yang tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga di akhirat,” katanya.
Selain itu, Achmad juga menyoroti pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana sekolah. Ia menilai upaya menjaga, merawat, dan memelihara fasilitas yang ada agar tetap bersih, tertib, dan nyaman merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas layanan pendidikan.
“Tidak harus selalu berbicara tentang penambahan aset. Yang tidak kalah penting adalah menjaga, memelihara, dan merawat agar sekolah tetap bersih, tertib, dan memberikan lingkungan yang baik bagi warga sekolah,” tandasnya.
Achmad berharap, seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja bersama-sama membesarkan pendidikan Muhammadiyah melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Mari kita bekerja, beramal bersama, dan membesarkan pendidikan Muhammadiyah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Berikut daftar nama Waka Bidang, Bendahara, dan KTU yang dilantik oleh Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY
SMK Muhammadiyah Kalibawang, Kulon Progo
- Anida Nina Mirwati, S.Pd. (Waka Kurikulum)
- Karunia Nur Rohma, S.Pd. (Waka Kesiswaan)
- Ibnu Fajar, S.T., M.Pd. (Waka Ismuba)
- Amin Hidayati, S.Pd. (Waka Sarpras)
- Yulia Dwi Pratiwi, S.Pd. (Waka Humas)
- Nur Fajarwati, A.Md. (Bendahara)
- Erlanda Panji Kusuma, S.Pd. (Kepala TU)
SMK Muhammadiyah Ngawen, Gunungkidul
- Isnan Muladi, S.Pd. (Waka Kurikulum)
- Rukmini, S.Pd. (Waka Kesiswaan)
- Ismi Melawati, S.Pd. (Waka Ismuba)
- Hadi Mustofa, S.Pd. (Waka Sarpras)
- Widya Noor Fitria, S.Pd. (Waka Humas)
- Mariska Putriyanti, S.Ak. (Bendahara)
- Agung Santoso, A.Md. (Kepala TU)
SMK Muhammadiyah 2 Sleman
- Endang Ilmi Nur Hidayati, S.Pd.Si. (Waka Kurikulum)
- Sunardi, S.S. (Waka Kesiswaan)
- Iftahuul Mufiani, S.Th.I., M.Hum. (Waka Ismuba)
- Eko Nurcahyo, S.Pd. (Waka Sarpras)
- Sigit Harmoko, S.Pd.T. (Waka Humas)
- Erna Suryani, S.Ak. (Bendahara)
- Sri Hartini, S.Ak. (Kepala TU)
SMK Muhammadiyah Gamping, Sleman
- Fajar Pratama, S.Si. (Kepala TU)





