YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sukses menggelar seleksi tingkat wilayah Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII. Kegiatan ini resmi dibuka secara langsung oleh Ketua PWM DIY, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., pada Sabtu, 22 November 2025, di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Selama dua hari, 22 – 23 November 2025, peserta telah berkompetisi di 27 cabang lomba yang tersebar di lima titik lokasi. Yakni di UAD Kampus 1B, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta,  SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Tahun ini, OlympicAD DIY diikuti sebanyak 1.681 peserta, mulai dari kepala sekolah, guru dan peserta didik seluruh jenjang sekolah/madrasah Muhammadiyah se-DIY.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Tukiman, S.Pd., M.T., menyampaikan, apresiasi atas peran besar pendidikan Muhammadiyah dalam membina dan meningkatkan prestasi di DIY.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasinya memajukan pendidikan di DIY. Prestasi kepala sekolah, guru dan pelajar Muhammadiyah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Tukiman mengatakan, pendidikan harus membentuk siswa secara holistik, mulai dari olah pikir, olah rasa, olah raga hingga olah hati. Pihaknya berharap, OlympicAD menjadi wadah mencetak generasi unggul dan mencerahkan masa depan bangsa.

“Kami optimistis, sistem pendidikan Muhammadiyah yang sudah tertata baik, anak-anak ini  akan tumbuh menjadi generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” harapnya.

Lebih lanjut, Ketua Majelis Dikdasmen-PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., menekankan, kegiatan OlympicAD bukan sekadar perlombaan maupun adu prestasi, namun juga ajang silaturahmi. Ia mendorong seluruh peserta tampil terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas sebagai bekal melaju ke tingkat nasional.

“Semoga, kami bisa mengikuti OlympicAD Nasional nanti di Makassar. Berangkat bersama, berprestasi bersama, dan pulang bersama piala istimewa, sebagai juara umum,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia OlympicAD DIY, Dr. Sarjilah, M.Pd., menambahkan, kompetisi dua tahunan ini adalah tradisi panjang di pendidikan Muhammadiyah. Pondasinya telah diletakkan para pendiri lewat Kongres Moerid pada 1925.

Seiring waktu, lanjutnya, OlympicAD berkembang menjadi salah satu ajang terbesar di lingkungan Persyarikatan. Cabang lombanya kian beragam, mulai dari akademik, seni, olahraga, teknologi, keIslaman hingga inovasi pendidikan bagi kepala sekolah dan guru.

“Tujuannya jelas, yaitu memperkuat silaturahmi sekaligus menanamkan budaya kompetisi sehat di kalangan pelajar Muhammadiyah. Tradisi besar inilah yang kami wujudkan hari ini melalui OlympicAD,” terangnya.

Sarjilah juga mengingatkan, capaian Daerah Istimewa Yogyakarta pada OlympicAD VII Nasional 2024 di Bandung, ketika DIY menjadi kafilah terbesar dengan lebih dari 700 peserta dan meraih peringkat kedua klasemen umum. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi pijakan penting untuk menyiapkan talenta terbaik menuju OlympicAD VIII Nasional 2026 di Makassar.

“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pemetaan potensi dan pembibitan talenta untuk mewakili DIY ke tingkat nasional. Pelajar dan guru Muhammadiyah harus siap berkompetisi di era modern dengan tetap menjunjung nilai-nilai keIslaman,” pesannya. (guf)