YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) D.I. Yogyakarta tengah memperkuat basis data keanggotaan Persyarikatan melalui percepatan migrasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) ke sistem digital e-KTAM.
Langkah tersebut bagian dari 8 Prioritas Program PWM DIY periode 2022–2027, diantaranya digitalisasi sistem organisasi.
Pendataan warga Muhammadiyah melalui identitas keanggotaan yang terintegrasi secara digital menjadi langkah penting memperkuat basis organisasi, termasuk di lingkungan sekolah/madrasah.
Ketua PWM DIY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A, mengatakan bahwa migrasi KTAM ke e-KTAM menjadi bagian indikator kemajuan Muhammadiyah.
“Ini salah satu di antara indikator kemajuan Muhammadiyah, ketika anggotanya sudah menyeberang dari KTAM ke e-KTAM,” kata Ikhwan dalam Silaturahmi Kepala Tata Usaha dan Bendahara SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-D.I. Yogyakarta di UMY Student Dormitory, Rabu (30/9).
Percepatan migrasi di seluruh Amal Usaha Muhammadiyah di DIY, termasuk sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan amal usaha lainnya, ditargetkan bermigrasi sebelum akhir Oktober.
BACA JUGA: Ikhwan Ahada: Jaga Ruh Persyarikatan, Pemimpin Harus Well Educated dan Well Mannered

Silaturahmi & Pembinaan Kepala Tata Usaha dan Bendahara SMA,SMK,MA,SLB Muhammadiyah se-DIY di UMY Student Dormitory, Rabu (30-9-2026)
“Tidak hanya sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi dan semua amal usaha yang ada di DIY kita komunikasikan agar semua bermigrasi ke e-KTAM sebelum akhir Oktober,” tegasnya.
Dalam momentum ini, Ikhwan menilai, Kepala Tata Usaha dan Bendahara memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan administrasi dan warga sekolah.
“Bapak-Ibu semuanya sebagai bendahara dan sekaligus KTU sangat kuat posisinya untuk ikut mengingatkan, untuk sekaligus memberi contoh,” ujarnya.
Pihaknya berpesan kepada seluruh KTU dan Bendahara untuk memperkuat peran sekolah/madrasah Muhammadiyah sebagai bagian dari gerakan Persyarikatan.
“Kemajuan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan, tetapi juga oleh kekuatan organisasi dan keterlibatan setiap unsur di dalamnya,” jelasnya.
Ikhwan juga mengapresiasi komitmen KTU dan bendahara yang selama ini ikut menopang pengelolaan sekolah. Peran tersebut diharapkan terus berkembang, termasuk dalam mendukung penguatan keanggotaan dan konsolidasi Persyarikatan.
“Ini menjadi bagian dari cara kita membawa Islam berkemajuan ala manhaj Muhammadiyah,” tandasnya.





