GUNUNGKIDUL – Langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan nonformal (PNF) yang inklusif dan bermutu resmi diambil di Kabupaten Gunungkidul. Bertempat di Gana Resto, Kecamatan Ponjong, telah dilaksanakan kegiatan Serah Terima Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dimas kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari safari Pendampingan Pendiirian PKBM Muhammadiyah DI. Yogyakarta yang dilaksanakan 15-22 Juni 2026.
Baca juga: Perluas Akses Pendidikan, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY Gelar Safari Pendampingan Pendirian PKBM
Agenda penting ini dihadiri langsung oleh jajaran Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI.Yogyakarta, Ketua PDM Gunungkidul, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Gunungkidul beserta jajaran, Ketua PCM Ponjong beserta jajaran, serta Ketua dan pengelola PKBM Dimas.
Progres Positif dan Komitmen Pengelolaan
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Gunungkidul, Bahron Rasyid, S.Pd., M.M., dalam prolognya menceritakan kilas balik pengajuan izin PKBM Dimas (Dian Masyarakat). Di tengah proses berjalan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponjong menawarkan agar PKBM tersebut diserahkan pengelolaannya kepada Muhammadiyah.
Bahron menambahkan bahwa PKBM Dimas memiliki progres yang sangat baik. Penyerahan yang diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan PDM ini mencakup penyerahan lembaga, sumber daya manusia (SDM), peserta didik, hingga sistem pengelolaannya.
Apresiasi mendalam disampaikan oleh perwakilan PWM DIY, Dr. Sarjilah. Beliau mensyukuri silaturahmi ini sekaligus menegaskan komitmen PWM DIY untuk memberikan kontribusi terbaik di bidang pendidikan melalui pendampingan PNF. Langkah konkret ini merupakan tindak lanjut dari workshop yang sebelumnya diinisiasi di kantor PWM.
Dr. Sarjilah menekankan pentingnya kehadiran PNF di bawah persyarikatan Muhammadiyah agar sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah demi menyediakan pendidikan bermutu yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat. PKBM Muhammadiyah dinilai strategis sebagai wadah pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) maupun Anak Putus Sekolah (APS).
“Hadirnya pendidikan nonformal ini cukup strategis dalam rangka untuk pengentasan ya ATS sama APS,” terang Dr. Sarjilah.
Beliau berharap, melalui sinergi dengan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) serta jajaran PDM, PKBM di setiap daerah dapat segera mandiri, melengkapi legalitas perizinan ke Dinas Pendidikan, dan bergerak cepat memperluas akses pendidikan kesetaraan yang berkemajuan.
Kesiapan PDM Gunungkidul dan Harapan Masa Transisi
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Gunungkidul, Drs. Tamsir, menyambut baik momentum ini sebagai takdir baik yang mempertemukan niat tulus pengelola dengan Muhammadiyah.
“Insyaallah kami dari perserikatan Gunungkidul siap untuk menerima dengan penuh tanggung jawab, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menguatkan, menguatkan, membesarkan, dan menghidupkan sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Dimas,” kata Tamsir.
Namun, demi kemajuan lembaga, Tamsir mengharapkan pengurus dan tutor lama tetap memberikan dukungan berkelanjutan dan tidak langsung meninggalkan lembaga setelah serah terima. Mengingat Muhammadiyah Gunungkidul belum memiliki fasilitas ruang sendiri di tahap awal, ia juga meminta izin agar PDM tetap dapat menggunakan fasilitas dan tempat pertemuan milik PKBM Dimas selama masa transisi organisasi.
Rekam Jejak PKBM Dimas dan Rencana ke Depan
Ketua PKBM Dimas, Gustarina, menyampaikan terima kasih atas kesediaan jajaran PWM, PDM, dan PCM dalam menindaklanjuti hibah ini. Keputusan tersebut didasari keinginan agar PKBM Dimas dapat dikelola secara lebih profesional dan memberikan nilai kemanfaatan yang lebih tinggi di bawah payung Muhammadiyah.
Berdasarkan data kelembagaan, PKBM Dimas saat ini memiliki 199 siswa aktif pada program Paket B dan Paket C. Rekam jejak kelulusannya pun impresif pada 2024 meluluskan 110 siswa, 2025 meluluskan 67 siswa, 2026 meluluskan 88 siswa, dan pada tahun ajaran baru sudah menjaring 15 pendaftar baru
Terkait program pengentasan ATS dan APS, PKBM Dimas telah memfasilitasi data dari kalurahan yang mencatat sekitar 17 anak untuk diasesmen dan dimasukkan ke program pembelajaran. Saat ini, sekretariat PKBM Dimas telah berpindah ke eks gedung SD Genjahan 3 yang telah dibersihkan dan dilengkapi sarpras awal, sekaligus bersinergi mendukung Lomba Kalurahan Genjahan yang sedang berlangsung.
Optimisme Menjadi PKBM Rujukan
Ketua PDM Gunungkidul, Drs. H. Sadmonodadi, M.A., menutup sambutan dengan rasa syukur mendalam atas penandatanganan serah terima ini. Beliau menyadari hal ini menjadi tantangan sekaligus beban kerja tersendiri bagi Majelis Dikdasmen PNF PDM Gunungkidul.
Muhammadiyah menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur dan keluarga besar PKBM Dimas atas kepercayaan ini, serta berjanji mengelolanya dengan sungguh-sungguh agar menjadi amal jariah yang terus mengalir bagi para perintis. Sadmonodadi menegaskan perlunya kerja keras agar lembaga ini mampu menjadi pionir.
“Saya kira kita perlu kerja keras, dan kita berharap nanti akan jadi rujukan untuk cabang-cabang lain yang akan mendirikan.” terang Sadmonodadi.





