YogyakartaMoehi National Competition (MONACO) 2025 resmi dibuka. Opening ceremony dilakukan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar Republik Indonesia, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., pada Kamis pagi, (28/8) di Grha As-Sakinah, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

MONACO merupakan kompetisi tahunan tingkat nasional yang digelar oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhi. Tahun ini diikuti sebanyak 2.122 pelajar SMP/SMA sederajat dari seluruh Indonesia. Seluruh kegiatan lomba diselenggarakan secara daring dan luring di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta selama tiga hari. Sementara partai final perlombaan dijadwalkan pada Sabtu (30/8/2025).

Dengan mengusung tema “Forge Your Legacy, Seize the Glory – Monaco Await Your Victory!”, MONACO 2025 ini mempertandingkan 21 jenis perlombaan akademik dan non-akademik. Meliputi Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Olimpiade Matematika, Debat Bahasa Indonesia, Mobile Legends BB, Band Competition, Cipta Puisi, Fotografi, Tapak Suci Fighting, Lomba Lintas Alam, Basketball, Da’i Muda, MHQ, MTQ, CCAI, Story Telling, Speech Contest, Poster Digital, Essay, Solo Vocal, dan Free Fire.

Tahun ini, peserta MONACO ke-10 akan memperebutkan piala dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyatakan bahwa acara MONACO 2025 merupakan wujud nyata peran sekolah dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menyambut bonus demografi. Menurutnya, agar Indonesia bisa bersaing maksimal dalam era revolusi industri harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan.

“SMA Muhi telah menanamkan budaya kompetisi dan berprestasi. Pada tahun ajaran 2024/2025, siswa-siswa kami berhasil meraih 736 prestasi mulai dari tingkat daerah hingga internasional,” jelas Herynugroho.

Untuk terus menjaring siswa-siswa berkualitas, SMA Muhi menyiapkan beasiswa senilai Rp 650 juta bagi siswa baru. Pendaftaran calon siswa baru tahun ajaran 2026/2027 telah dibuka melalui tautan https://ppdb.smumuhi-yog.sch.id/.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta, Maryono, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan MONACO karena dapat mendukung program generasi emas 2045.

“Persiapan generasi emas 2045 berfokus pada penciptaan individu yang cerdas, berkarakter kuat, sehat, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memanfaatkan bonus demografi untuk kemajuan bangsa. Melalui MONACO ini generasi muda berlatih untuk menjadi manusia unggul,” paparnya.

Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, H. Gita Danu Pranata, SE., MM., menekankan pentingnya tiga komponen keterampilan utuh bagi pelajar era 4.0 agar menjadi generasi unggul dan pemenang dalam kompetisi global.

“Tiga komponen keterampilan utuh yang dimaksud adalah pendidikan karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Insya Allah dengan kalian mengikuti MONACO 2025 dengan sungguh-sungguh, kalian akan memperoleh tiga komponen keterampilan utuh itu sekaligus. ONACO tidak hanya untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi dan menunjukkan kemampuan masing-masing,” pesan Gita.

Lebih lanjut, Gogot Suharwoto dalam sambutannya menyampaikan, kegaiatn MONACO sejalan dengan program prioritas pendidikan karakter dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

“Momentum MONACO 2025 harus menjadi pemicu semangat pendidikan karakter generasi muda untuk berjuang meraih prestasi maksimal. MONACO bukan hanya ajang apresiasi, tapi juga menjadi ruang berbagi inspirasi, memperkuat semangat karakter kebangsaan, dan menumbuhkan optimisme akan masa depan anak-anak Indonesia yang gemilang,” ungkapnya.

Dirjen PAUD Dikdasmen itu juga mengapresiasi upaya pengkaderan yang dilakukan IPM SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Ia menyebut, Kemendikdasmen telah mengakomodasi berbagai prestasi murid agar bermanfaat untuk kelanjutan studi.

“MONACO 2025 adalah sebuah wujud eksistensi diri dan upaya pengkaderan dari Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Semoga dengan semangat MONACO kita dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul. Jadilah pelajar yang pintar dan benar agar bisa bermanfaat untuk bangsa dan umat,” pungkasnya. (Yusron/guf)

Sumber: Yusron Ardi Darmawan, M.Pd.