Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Tahun 2026 pada 16–17 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Safira Magelang ini diikuti oleh jajaran Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY serta Ketua dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM kabupaten/kota se-DIY.
Rakerwil merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun sebagai forum evaluasi program kerja tahun sebelumnya sekaligus perencanaan program tahun berjalan. Dalam forum ini, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 serta menyerap masukan dari daerah sebagai pijakan penyusunan program tahun 2026.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, Achmad Muhammad, menegaskan bahwa hasil evaluasi dan masukan dari daerah memiliki arti strategis dalam meningkatkan kualitas program ke depan.
“Rakerwil ini menjadi forum untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan selama tahun 2025. Implementasi di daerah dan berbagai masukan yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai pijakan kita dalam merancang program tahun 2026,” jelas Achmad.
Ia menambahkan bahwa evaluasi majelis dan lembaga pada Raker PWM DIY sebelumnya juga menghasilkan sejumlah catatan penting. Ada beberapa catatan evaluasi yang sangat berguna bagi Dikdasmen PNF PWM DIY untuk menyusun dan meningkatkan program kedepan. Harapan PWM DIY dan masyarakat cukup besar agar Majelis Dikdasmen mampu memberikan pelayanan optimal kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan.
Dalam Rakerwil tersebut, selain membahas program yang diamanahkan oleh PWM DIY, Majelis Dikdasmen PNF juga merancang berbagai program pengembangan guna meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah. Program yang disusun tidak hanya amanah dari PWM, tetapi juga program pengembangan agar kualitas pendidikan Muhammadiyah semakin meningkat.
Achmad juga mengungkapkan agenda terdekat Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY, yakni keikutsertaan dalam OlympicAD VIII Nasional yang akan digelar pada Februari 2026 di Makassar. Dari DIY, sebanyak 770 peserta akan diberangkatkan.
“Jumlah peserta ini tidak semata mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas kafilah DIY yang akan berlaga di Makassar,” jelasnya.
Achmad menekankan bahwa capaian prestasi tidak hanya diukur dari aspek akademik. Prestasi itu tidak hanya satu dimensi. Tidak hanya akademik, tetapi juga karakter dan prestasi di bidang lainnya. Karena itu, program Dikdasmen PNF tidak disusun pada satu sasaran saja, tetapi memperhatikan berbagai aspek yang dibutuhkan.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Gita Danu Pranata, mengapresiasi pelaksanaan Rakerwil sebagai upaya strategis untuk menyinkronkan program dan kegiatan di seluruh tingkatan persyarikatan.
“Rakerwil ini penting untuk menyinkronkan program dan kegiatan, dari pusat sampai ranting, antar majelis dan lembaga, serta di internal Majelis Dikdasmen sendiri,” tutur Gita.
Gita juga menyampaikan bahwa PWM DIY telah menetapkan delapan program prioritas tahun 2026, di mana lima di antaranya berkaitan langsung dengan Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY. Program prioritas PWM DIY ini menjadi rujukan bagi seluruh majelis dan lembaga dalam menyusun kegiatan tahun 2026. Diantaran program prioritas adalah penguatan dan perluasan basis umat di akar rumput melalui AUM pendidikan.
“PWM dan PDM diharapkan dapat melakukan akselerasi berbagai program untuk percepatan capaian target,” pungkas Gita.
Sebagai tindak lanjut dari evaluasi program dan arahan PWM DIY, Rakerwil kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok kerja untuk merumuskan program tahun 2026. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok bidang, yakni bidang umum, bidang ISMUBA, bidang sumber daya insani, bidang kelembagaan, dan bidang nonformal. Masing-masing bidang menyusun rancangan program sesuai fokus dan kebutuhan, yang selanjutnya dipresentasikan di hadapan seluruh peserta Rakerwil untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan program.
