“Pendidikan unggul dan berkemajuan harus terus diperkuat melalui perbaikan kelembagaan, sumber daya manusia, dan kualitas pembelajaran,” terang Achmad Muhammad, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY,

Disampaikan lanjut oleh Achmad agar Dikpora DIY dan DPRD DIY memberikan dukungan demi diresmikannya program ini, Tim KKO perlu merumuskan program kerja jangka panjang agar semakin masif melahirkan altlet berprestasi dan berkarakter islami. Dukungan dari Muhammadiyah dan dari Komisi D DPRD DIY ini menjadi bekal utama demi melegalkan atau meresmikan pembukaan program Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Muhammadiyah Bantul.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kunjungan Daerah Komisi D DPRD DIY dalam Rangka Monitoring terkait Potensi Penguatan Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA Muhammadiyah Bantul. Komisi D DPRD DIY melaksanakan kunjungan kerja dalam daerah ke SMA Muhammadiyah Boarding School (MUHIBA) Bantul pada Selasa, 13 Januari 2026, untuk memantau potensi penguatan Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang menjadi salah satu fokus pengembangan pembinaan atlet pelajar.

Agenda kunjungan ini dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah siswa berprestasi di bidang olahraga di MUHIBA. Kepala sekolah setempat, Titik Lestari, menyampaikan bahwa sekitar 70 siswa merupakan atlet yang kerap meraih prestasi di tingkat provinsi hingga nasional, terutama di cabang sepatu roda. Atas dasar itu, sekolah mendorong agar kelas prestasi olahraga dapat diakui secara formal sebagai Kelas Khusus Olahraga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Tim KKO, Ranang Susanto, menguraikan rencana pengembangan program dengan fokus tambahan pada cabang olahraga seperti panahan dan Tapak Suci pencak silat. Meski fasilitas seperti lapangan voli, basket, dan futsal telah tersedia, sekolah masih membutuhkan dukungan peralatan tambahan agar pembinaan atlet lebih optimal.

Anggota Komisi D DPRD DIY, H. Muhammad Yazid, S.Ag, menyambut baik inisiatif sekolah dan menekankan bahwa peningkatan kualitas guru dan pelatih sangat penting agar pembinaan atlet berjalan seimbang dengan mutu pendidikan. Komisi D juga mendorong agar sekolah swasta seperti MUHIBA mendapatkan perhatian yang setara, termasuk dari segi peluang pendanaan melalui Dana Keistimewaan dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Wakil Ketua DPRD DIY, Ir. Imam Taufik, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal aspirasi dan kebutuhan sekolah di forum teknis bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY. Harapannya, dukungan semua pihak akan menjadikan KKO MUHIBA semakin kuat dan berkelanjutan.

Kegiatan monitoring ini menjadi bentuk sinergi antara DPRD DIY dengan lembaga pendidikan untuk menguatkan program olahraga sebagai bagian strategi pembinaan siswa berprestasi di tingkat lokal maupun nasional.