Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan pendidikan melalui Benchmarking Seminar and Collaboration Initiatives yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, di Amphitarium UAD. Seminar ini merupakan kolaborasi antara UAD, Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan International Islamic School Malaysia (IISM), serta diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pada pembukaan acara, Prof. Ir. Sunardi, M.T., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, memberikan sambutan selamat datang kepada semua peserta dan menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga pendidikan. Ia menyampaikan harapan agar seminar ini menjadi momentum bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan baru sekaligus peluang kolaborasi lebih luas.
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D.I. Yogyakarta (Dikdasmen PNF PWM DIY) hadir diwakili oleh Dr. Dra. Sarjilah. Sarjilah dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi pendidikan internasional merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman.
“Kemajuan pendidikan ditentukan oleh dua hal, yakni perguruan tinggi dan guru sebagai ujung tombak. Jika keduanya tidak bergerak bersama, maka kemajuan pendidikan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, mari saling berkolaborasi secara global untuk memajukan bangsa,” ujar Sarjilah.
Selain itu, Abdul Naim, S.Ag., M.Si., Kepala Seksi Kelembagaan Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY, juga menyampaikan dukungannya dalam sambutannya. Ia berharap para kepala madrasah dapat mengembangkan inovasi pendidikan, khususnya dalam membangun branding lulusan Madrasah Aliyah sehingga mampu bersaing di tingkat perguruan tinggi, termasuk pendidikan luar negeri.
Sambutan lain disampaikan oleh Drs. Suhirman, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, yang menilai seminar ini sebagai langkah luar biasa untuk melahirkan ide-ide besar dalam upaya kemajuan pendidikan. Ia berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal dan memahami berbagai program unggulan yang dibahas dalam seminar.
Tuan Haji Khaharuddin Abdul Rahman Solikhin, S.Pd., M.Pd., CEO IISM Malaysia, menegaskan komitmen IISM untuk tidak hanya melakukan kerja sama formal seperti penandatanganan nota kesepahaman, tetapi juga mewujudkan langkah strategis yang menghasilkan generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, dan siap bersaing di dunia global. Ia menjanjikan peluang pertukaran pelajar sebagai bagian dari implementasi kerja sama tersebut.
