YOGYAKARTA – Kebutuhan pembinaan atlet pelajar dinilai berbeda dengan peserta didik reguler. Selain mengikuti proses pembelajaran, atlet pelajar juga wajib latihan rutin, menjaga kondisi fisik, memenuhi kebutuhan gizi, hingga mengikuti berbagai kejuaraan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam diskusi antara Direktorat SMA Kementerian Pendidikan yang berkunjung ke SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta pada Kamis (2/7).
Kunjungan Direktorat SMA yang diwakili Rurry Fatchorrachman dan Khafidz Farid disambut Kepala SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Darmansyah, bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan.
Saran dan masukan akan menjadi bahan pengembangan kebijakan pembinaan atlet pelajar, khususnya dalam menjawab kebutuhan pendidikan dan pembinaan olahraga di tingkat sekolah menengah atas.
Seperti yang diketahui, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah swasta penyelenggara Kelas Khusus Olahraga (KKO).
BACA JUGA
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dan P5 Jenjang SMK Muhammadiyah se-DIY
Salah satu rekomendasi yang diajukan ialah perlunya kebijakan pendanaan yang lebih proporsional bagi murid KKO.\
Berbeda dengan siswa reguler, atlet pelajar memiliki kebutuhan tambahan, mulai dari pemenuhan gizi, suplemen, hingga pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Sebab itu, alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinilai perlu mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan khusus tersebut.
Dalam diskusi bersama para murid KKO, yakni tiga atlet voli pasir SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Rangga Bisma Dewantara, Fairuz Bayhaqly, dan Ghaza Muhammad Falih. Mereka berbagi pengalaman menjalani peran sebagai pelajar sekaligus atlet.
Menurut mereka, tantangan terbesar bukan hanya menjaga prestasi di lapangan, tetapi juga membagi waktu antara latihan, pembelajaran di sekolah, dan waktu istirahat.
“Jadwal latihan yang padat membuat kami harus benar-benar disiplin mengatur waktu agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik,” ujar Ghaza mewakili rekan-rekannya.
Selain pendanaan, forum diskusi juga menyoroti perlunya kurikulum yang lebih adaptif terhadap karakteristik atlet pelajar.
BACA JUGA
Segera Daftar! MONACO #11 Kembali Digelar, Siapkan Puluhan Lomba Tingkat Nasional
Sehingga mendukung para murid untuk tetap berkembang dalam bidang akademik tanpa mengurangi kualitas pembinaan olahraga.
Termasuk di era digital, para atlet muda juga didorong membangun personal branding lewat media sosial sebagai influencer olahraga yang mampu menginspirasi masyarakat sekaligus membuka peluang karier di masa depan.
Melalui kunjungan ini, berbagai masukan yang dihimpun diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembinaan atlet pelajar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan KKO.
Sinergi antara Direktorat SMA Kementerian Pendidikan dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta pun diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan olahraga yang melahirkan atlet berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.





