YOGYAKARTA – Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY kembali menggelar silaturahmi dan pembinaan kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-DIY, Senin (25/5).
Agenda yang berlangsung di Aula PWM DIY diisi pembinaan, sosialisasi kerja sama pendidikan internasional bersama Upper Education, serta sosialisasi SIM MPKSDI.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY, Achmad Muhamad, M.Ag., dalam arahannya mengingatkan, kepala sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga harus mampu menghadirkan kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan dan keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan.
Achmad menyampaikan, dinamika kehidupan saat ini menuntut sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan kedalaman nilai dan substansi keberagamaan.
Menurutnya, tantangan dunia pendidikan kini tidak hanya berkaitan dengan regulasi dan persaingan, tetapi juga bagaimana membangun karakter serta menghadirkan kebijaksanaan dalam kepemimpinan sekolah.
“Beragama dan bermuhammadiyah saat ini sering kali lebih banyak menjadi ekspresi di media sosial. Karena itu penting melakukan refleksi bagaimana kedalaman substansi beragama dan bermuhammadiyah kita, khususnya sebagai kepala sekolah dan pemimpin AUM,” ucapnya.
Dalam pembinaan tersebut, Achmad mengajak para kepala sekolah/madrasah mengintegrasikan tiga paradigma berpikir Muhammadiyah, yakni bayani, burhani, dan irfani dalam praktik kepemimpinan di sekolah.
Kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah tidak cukup hanya memahami aturan secara tekstual, tetapi juga perlu menghadirkan kreativitas, inovasi, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
“Kalau hanya berpikir tekstual, semua hanya dilihat dari aturan dan SOP. Padahal pemimpin juga harus menggunakan nalar kreatif dan kebijaksanaan agar mampu menghadapi tantangan pendidikan dengan lebih arif,” pesannya.
Selain itu, Achmad mengingatkan pentingnya soliditas internal sekolah/madrasah menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) dan penyusunan program tahun ajaran 2026/2027.
Sekolah/madrasah Muhammadiyah diharapkan tidak hanya fokus pada pencitraan, tetapi juga memperkuat kualitas program secara substansial dan berdampak nyata bagi perkembangan pendidikan.
“Program sekolah jangan hanya mengganti nama kegiatan dari tahun sebelumnya. Harus ada evaluasi mendalam, mana yang kurang berdampak dan perlu diperbaiki agar benar-benar mendukung visi sekolah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua yang membidangin Pendidikan Nonformal, Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd., menambahkan, pentingnya penguatan layanan bimbingan konseling (BK) di sekolah Muhammadiyah.
Guru BK, kata Sarjilah, memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan psikologis dan sosial peserta didik di tengah kompleksitas persoalan keluarga dan lingkungan saat ini.
Ia menilai, selama ini peran BK di sejumlah sekolah masih sering dipersepsikan sebatas “polisi sekolah” atau penjaga ketertiban, padahal fungsi utamanya jauh lebih luas sebagai pendamping dan konselor murid.
“BK tidak sekadar menjadi polisi sekolah atau penjaga pintu. Anak-anak hari ini membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang untuk didengarkan,” imbuhnya.
Sarjilah menjelaskan, perkembangan media sosial dan tuntutan branding sekolah memang penting, namun sekolah juga perlu memberi perhatian serius terhadap persoalan-persoalan murid yang kerap tidak terselesaikan dari lingkungan keluarga.
“Banyak peserta didik datang ke sekolah dalam kondisi kurang mendapatkan perhatian, sehingga membutuhkan pendekatan lebih humanis dari sekolah. Kalau sekolah mampu memberikan perhatian dan pendampingan yang baik, anak-anak tidak akan mencari perhatian di tempat lain. Sekolah jangan sampai hanya menjadi tempat penitipan,” pesannya.
Melalui pembinaan tersebut, Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY berharap kepala sekolah/madrasah Muhammadiyah mampu memperkuat kualitas kepemimpinan, membangun budaya sekolah yang lebih humanis, serta menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul secara akademik serta kuat dalam nilai dan karakter.





