YOGYAKARTA – Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (MGMP ISMUBA) jenjang SMP/MTs menggelar Peningkatan Kompetensi Guru ISMUBA, pada Jumat (10/4/2026), di Balai Diklat Industri, Yogyakarta.
Kegiatan yang diikuti para guru ISMUBA se-DIY ini bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) ISMUBA, melalui Bedah Materi ISMUBA.
Adapun materi yang dibedah Pendidikan Fikih, Pendidikan Al-Qur’an Hadits, Pendidikan Akidah Akhlak, Pendidikan Tarikh, Pendidikan Kemuhammadiyahan, serta Pendidikan Bahasa Arab.
Pada pengantarnya, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY yang membidangi ISMUBA, Dr. Mhd Lailan Arqam menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru harus dilandasi pemahaman kuat terhadap posisi strategis ISMUBA dalam pendidikan Muhammadiyah.
“Kita harus bersepakat bahwa di Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya bidang pendidikan, itu punya ruh yang disebut ISMUBA. Bahkan saya sering katakan, kalau tidak ada ISMUBA maka tidak ada sekolah Muhammadiyah,” tegasnya.
Lailan Arqam menyebut, peran guru ISMUBA sangat krusial dan tidak dapat dipandang sebagai pelengkap dalam sistem pendidikan.
“Guru ISMUBA ini memegang peran yang sangat vital, sangat strategis. Kalau tidak memahami posisi ini, maka ISMUBA hanya dimaknai biasa saja, padahal ini adalah ruh utama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya penguatan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
“Karena ISMUBA itu penting dan utama, maka harus dirawat, dikuatkan, dan dikembangkan. Jangan sampai anak-anak kita sekolah di Muhammadiyah tapi tidak paham agamanya,” katanya.
Dalam konteks perubahan kurikulum, Lailan Arqam mengingatkan agar para pendidik lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran berbasis aktivitas.
“Kurikulum ISMUBA sekarang berbasis aktivitas. Materinya mungkin sedikit, tapi praktiknya banyak. Kuncinya ada di guru, bagaimana mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan kreatif,” jelasnya.
Lailan Arqam juga mengajak seluruh guru untuk memiliki kesadaran individu dalam meningkatkan kapasitas diri.
“Kita harus beradaptasi dan terus mengembangkan diri. Ini bukan hanya tuntutan kebijakan, tapi kebutuhan kita sebagai guru ISMUBA agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kompetensi guru ISMUBA diharapkan tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat peran pendidikan Muhammadiyah dalam membentuk karakter dan nilai keislaman peserta didik.





