Pembinaan Kepala SMA/SMK/MA/SLB Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Aula PWM DIY. Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM DIY, di antaranya Achmad Muhammad, M.Ag. selaku Ketua dan Drs. Sarjono, M.Si. selaku Bendahara. Pembinaan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan arah kebijakan, evaluasi program, informasi, sekaligus penguatan kepemimpinan kepala sekolah Muhammadiyah di DIY.
Dalam paparannya, Achmad Muhammad menyampaikan capaian program kerja Majelis Dikdasmen PNF PWM DIY sepanjang tahun 2025 serta rencana program tahun 2026 yang merupakan hasil Rapat Kerja Wilayah pada 16–17 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa dari delapan program prioritas PWM DIY tahun 2025, terdapat tiga program utama yang menjadi ranah Dikdasmen PNF, yaitu peneguhan paham ideologi Muhammadiyah, pengembangan sekolah unggul dan penguatan ekosistem pendidikan, serta penguatan sistem gerakan organisasi dan digitalisasi.
“Tiga ranah ini menjadi fokus kerja majelis agar sekolah Muhammadiyah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis dan sistem,” ujar Achmad Muhammad.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program prioritas tahun 2026. Salah satunya adalah penguatan mutu sekolah Muhammadiyah agar mampu meningkatkan rerata nasional, sejalan dengan pandangan Prof. Haedar Nashir. Dari 1.000 besar SMA se-Indonesia, tercatat empat SMA Muhammadiyah di DIY yang telah masuk peringkat tersebut. Oleh karena itu, Dikdasmen PP Muhammadiyah mendorong adanya program akselerasi mutu. Selain itu, akan diterapkan model pendampingan bikameral yang lebih intensif di tingkat DIY, serta kebijakan Tes Kompetensi Akhir (TKA) ISMUBA yang dirancang menggantikan asesmen sekolah pada bidang ISMUBA, meskipun bersifat pilihan dan teknisnya akan dibahas bersama BKS.
Baca juga: Rakerwil 2026 Dikdasmen PNF PWM DIY
Program lain yang disampaikan adalah pelaksanaan Diklat Calon Kepala Sekolah (CKS) sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan. Saat ini, proses masih berada pada tahap pendataan calon kepala sekolah dari daerah dengan rencana pelaksanaan bekerja sama dengan PP Muhammadiyah dan BBGTK. “Harapannya, sebelum tahun ajaran baru, diklat CKS ini sudah bisa kita laksanakan sebagai bagian dari penyiapan kepemimpinan sekolah Muhammadiyah ke depan,” tegas Achmad Muhammad. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan program perguruan tinggi Muhammadiyah agar sekolah-sekolah kecil turut merasakan dampak kegiatan universitas.
Pada kesempatan tersebut juga dilaporkan progres persiapan OlympicAD VIII tingkat nasional. Pembinaan telah dilaksanakan sebanyak dua kali untuk bidang mata pelajaran dan ISMUBA, dan akan dilanjutkan dengan pembinaan terakhir pada 7 Februari 2026 yang diikuti seluruh peserta dan pendamping di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Selain itu, kegiatan pembinaan ini dirangkaikan dengan sosialisasi Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) yang disampaikan oleh Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T. Materi sosialisasi meliputi profil SiberMu, sistem pelaksanaan perkuliahan, serta berbagai kegiatan akademik dan nonakademik yang diselenggarakan.
