Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah

Daerah Istimewa Yogyakarta

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Kontribusi Muhammadiyah di Berbagai Gerakan dan Amal Usaha

E-mail Print

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan momentum amat penting bagi pemerintah maupun masyarakat Yogyakarta yang harus disyukuri dengan memberikan kontribusi bagi kemajuan DIY.

Lalu, kontribusi apa yang dapat diberikan Muhammadiyah dalam memajukan keistimewaan DIY? Muhammadiyah sebagai organisasi dan gerakan Islam modern terbesar di Indonesia yang lahir, berkembang dan beribukota di Yogyakarta senantiasa memberikan kontribusinya melalui berbagai gerakan dan amal usahanya yang bercirikan dakwah amar makruf nahi munkar.

Kontribusi Muhammadiyah sangat besar, di antaranya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, kebudayaan, dakwah dan lain-lain. Pendidikan Muhammadiyah dalam perjalanannya selama lebih dari satu abad mengalami perkembangan yang sangat sigifikan dan menggembirakan.

Kini, pendidikan Muhammadiyah memasuki abad baru setelah berhasil melintasi zaman dalam kurun waktu satu abad. Tentu saja tetap merupakan pilar utama, di samping pemerintah dalam memajukan pendidikan Nasional pada umumnya dan memajukan pendidikan di DIY khususnya.

 

Biang Kekerasan Antar Pelajar

E-mail Print

Kekerasan PelajarDalam beberapa waktu terakhir ini, publik kembali dikejutkan dengan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan pelajar. Pasalnya tawuran antarpelajar SMA Negeri 70 dengan SMA Negeri 6 di kawasan Bulungan Jakarta Selatan telah memakan satu korban jiwa, yakni Alawy Yusianto Putra. Menurut keterangan H.R. Kompas (Senin, 24/09/2012), Alawy meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Muhammadiyah setelah ditikam di bagian dadanya. Konflik antarsekolah yang bertetangga ini rupa-rupanya bukan untuk kali pertama terjadi, tetapi sudah berulangkali dalam beberapa generasi.

Apabila diamati dengan cermat, konflik antarpelajar merupakan tindak kekerasan yang tergolong kekerasan terbuka dan masuk ke dalam tingkat berat. Kekerasan tingkat berat yang dimaksud di sini adalah tindakan kriminal berbentuk kekerasan ofensif yang ditangani pihak berwajib, ditempuh lewat jalur hukum serta berada di luar kewenangan pihak sekolah (Abdurrahman Assegaf, 2004: 37). Sebagai suatu tindakan kriminal, prosesnya dilakukan melalui jalur hukum dengan melibatkan aparat kepolisian. Untuk itulah, pihak sekolah tidak memiliki kewenangan lebih dalam penyelesaian tindak kriminalitas tersebut, kecuali hanya melakukan konsolidasi internal untuk meredam gejolak agar konflik sejenis tidak terulang lagi.

 

Indonesia Segera Miliki Kurikulum Pendidikan Baru

E-mail Print

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menyampaikan, kurikulum pendidikan nasional yang baru akan selesai digodok pada Februari 2013.

Kurikulum baru itu rencananya segera diterapkan setelah melewati uji publik beberapa bulan sebelumnya. "Pembahasannya masih berlangsung, nanti akan diuji publik, dan Februari 2013 semuanya akan rampung," kata Nuh, di Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Ia menjelaskan, kurikulum pendidikan yang baru akan menyentuh semua jenjang pendidikan. Dari pendidikan dasar, sampai ke pendidikan tinggi. Kurikulum baru itu, tambah Nuh, merupakan hasil dari evaluasi pada seluruh mata pelajaran.

Timnya sendiri dibagi dua, tim pertama mengevaluasi dan menyusun kurikulum pendidikan dasar serta pendidikan menengah, sedangkan tim kedua mengevaluasi dan menyusun kurikulum pendidikan tinggi.

"Ini pekerjaan besar, mudah-mudahan bisa rampung sesuai target. Masih dalam pembahasan, dan semua serba mungkin," jelas Nuh.

Dalam kesempatan itu, Nuh juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak "mengiblatkan" kurikulum dari negara asing tertentu. Yang jelas, kata dia, kurikulum pendidikan baru ini merujuk pada negara-negara OECD, dan negara-negara yang memiliki karakter sangat kuat.

"Kita tidak fokus meniru pada satu negara asing tertentu. Tapi kita bisa tiru kekuatan karakter Jepang dan Korea. Mereka unggul dalam ilmu pengetahuan, tapi tetap menjunjung tinggi nasionalisme bangsanya," ucap Nuh menutup pembicaraan.

sumber : kompas.com

 

Arah Pendidikan Muhammadiyah Era Abad Kedua

E-mail Print

 

Prof. Malik Fajar dalam acara seminar dan lokakarya KTSP ISMUBA “Menjelang 2011, retorika anti globalisasi sudah mulai surut, dan globalisasi sebagian besar dipandang sebagai bukan sesuatu yang pantas dilawan atau disambut gembira, melainkan sebagai suatu karakteristik mendasar sejarah umat manusia, di mana berbagai kawasan geografis dan berbagai tema terkait erat sau sama lain”

 

Sengaja saya kedepankan pendapat Harold James, Guru Besar Sejarah dan Masalah Internasional, Princeton University; dan Matteo Albanese, Peneliti Sejarah, European University Institute, di bawah judul “Selamat Tinggal, Globalisasi,Koran Tempo, 28-2-2011, sebagai pembuka pembahasan topik di atas. Dalam hal ini pembahasan atau pembicaraan seputar “Arah Pendidikan Muhammadiyah Era Abad Kedua,” akan merangkum keterkaitannya dengan realita yang kita hadapi kini dan mendatang. Tema Muktamar ke-46 (satu abad): “Gerak Melintasi Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama,” sesungguhnya langsung maupun tidak langsung mengajak seluruh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah untuk menata ulang keseluruhan gerak dan langkahnya pasca muktamar.

 

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

Menu Utama

Rubrikasi


Download

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Resourge

Link Sekolah

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin553
mod_vvisit_counterMinggu ini1127
mod_vvisit_counterMinggu lalu3351
mod_vvisit_counterBulan ini11240
mod_vvisit_counterBulan lalu16032
mod_vvisit_counterAll days604283